Punya Studio Musik, Doa yang pernah di ijabahi Allah SWT

studioSaya saat SMA pernah berdoa meminta Studio musik (seperti mimpi disiang bolong dari segi ekonomi keluarga saya saat itu) ,  setelah menikah sekitar tahun 2005 saya mendirikan studio musik saya , cuma 2 tahun aja , karena ternyata saat itu saya pikir kurang “bagus” prosepeknya  dan terlalu banyak “faktor x” dilapangan dan yang paling utama belum selaras dengan tujuan utama saya , jadi saya putuskan menutupnya , yang jadi keheranan  saya , ternyata doa yang pernah saya ucapkan bertahun2 yang lalu yang bahkan saya sampai lupa saking lamanya ga terwujud , ternyata bisa terwujud juga , jadi jangan takut bermimpi karena bila bertahan dalam memperjuangkan mimpi , maka mimpi itu akan bersama kita sampai terwujud
#Be a Strong Dreamer

Cerita Burning Desire saat bermain drum

Saat sekolah di SMP Negeri 9 surabaya tahun 1985-1988 , saya punya teman namanya E ,  dia setiap minggu pagi jam 9 les drum di perumahan babatan kenjeran yang diajar oleh Pak Jimmy eks drumdrummernya Grup Oneway Rock Band  Surabaya , itulah pertama kali saya bersentuhan dengan alat musik drum , karena saya selalu diajak teman saya saat les drum ,  saya duduk aja di depan teman yang sedang berlatih drum ,  dengan modal lihat teman les, saya belajar point2 bermain drum ,  kadang2 tangan dan kaki saya bergerak2 mengikuti gerakan ritme drum ,  yang teman saya dan gurunya tidak tahu , setiap pulang , dirumah saya selalu mencoba gerakan yang tadi diajarkan ke teman saya ,  saya akhirnya berhasil membeli stick pertama , dan mulai saya praktekkan dikursi tamu saya , hehehe , yang menurut saya menyenangkan , bila datang les sebelum jam 9 , teman saya boleh mengiringi lagu2 apapun sesuai kaset (jaman itu blm ada CD) ,  aneh ya ,  pak Jimmy kelihatannya sudah mengerti kalo saya sdh memahami teori bermain drum setelah 5 bulan mengikuti teman saya , hari kebesaran datang saat itu , sedang awal keluarnya lagu sirkuit dari SAS grup , teman saya disuruh mengikuti pake drum lagu tsb , ternyata dia tidak mampu mengikuti lagu dengan speed tersebut , anehnya Pak Jimmy  menoleh ke saya , dan bilang “kamu bisa ? ” , tanpa mikir saya langsung bilang bisa , saya duduk di kursi drum “Saat itu melambungkan kebanggan saya pertama kali duduk di kursi drum menghadap drum seperti teman saya , hehe” ,  dan saya berhasil mengikuti lagu sirkuit tsb walaupun tidak sempurna tapi ketukannya tepat.
Saya dan teman sering di ajak pak Jimmy latihan bersama grupnya , saat di studio mereka main lagu “Breaking The Law” judas priest , permainannya itu yang membuat sampai sekarang saya menyukai lagu tersebut ,  dan pernah juga diajak ke kampusnya  , waktu itu ada grup band temannya sedang latihan , tapi drummernya blm datang , mereka mengajak pak Jimmy naik ke panggung ,  ajaib , tanpa mengetahui lagunya , Pak Jimmy mampu mengiringi dengan “Bagus” , saat turun dari panggung , saya langsung tanya , “Bagaimana cara mainnya pak , kalo tidak tau lagunya ?” , jawab Pak Jimmy “itu feeling , eka, kalo kamu sudah pinter main drum , sudah bermain ribuan kali , pasti juga bisa ”
stlh genap 8 bln teman saya sdh berhenti les , akhirnya lama tidak pernah praktek drum , sampai di SMA Negeri 2 Surabaya ,  kelas 2 , saya membentuk grup Band dengan nama “Fahrenheit”  , dengan teman sekelas , teman saya D , pemain bass sekaligus pemain drum , dialah tentor saya , bermain drum ,  sampai sering  latihan dan mengarang beberapa lagu , pernah lolos di SMADA Open Air dan ikut festival Band di Mojokerto dan sempat pula mengisi di HUT Kemerdekaan RI di kampung saya ( kangen bro , semoga kalian semua sukses dan sehat selalu ya ? ).
Saat Kuliah , ada sebuah Group Band yang sering mengisi di TRS (Taman Remaja Surabaya)  , mendatangi saya , mengajak saya untuk bermain di TRS seminggu lagi karena drummernya tidak bisa , jadi hanya ada waktu latihan 3 kali untuk 9 lagu yang belum pernah saya latih permainan drumnya ,  tantangan itu saya terima , saat latihan ke tiga , 8 lagu saya mampu mainkan dengan baik , ada 1 lagu dari Bon Jovi  , yang menurut saya ketukannya cukup sulit , saya sering terbolak balik senar drum dan bass drumnya , kacau deh , buat ga pede aja , hehe.
Saat di TRS ketakutan saya terjadi 8 lagu bagus , 1 lagu rusak ,  beberapa personil grup tsb membully saya , sambil memberikan fee pentas , saya ingat hanya 2 org personil grup yang tdk menyakiti hati saya ,  dan langsung saya dikeluarkan dari Grup Band tsb ,  Sakitnya tuh disini , hehe , saat itu saya dendam banget sama mereka , harga diri saya tersentuh , saya tahu saya 8 lagu main bagus , 1 main buruk , hanya kejelekan yang dilihat padahal saya bisa membuat alasan latihan cuma 3 x , sedangkan mereka sudah berlatih berbulan2 ,  saya termotivasi dengan tujuan saya , bisa main drum sampai mendapatkan penghargaan dan mampu mengalahkan grup yang telah mengeluarkan saya .
Mulailah perjalanan saya ngelmu belajar drum ke Symphony depan lapangan tambaksari (dulu) , terus ke Dedik (Drummernya Gaspyrogyras / Grup Macan) dan terakhir saya les di Mayura Bratang .
Saat di Mayura karena 1 buku les drum berhasil saya selesaikan dalam 4 pertemuan (30 menit@2 orang) , saya diberitau bahwa saya sdh bisa , ga perlu les lagi , ya sudah , itu proses terakhir saya ngelmu drum ,  dikampung saya , saya membentuk grup Band dengan nama “PLONG” (Pokok e Lak Onok NGerock e) paling suka main lagu “Metallica” , terutama saya pengagum Lars Ulrich (drummernya metallica),  prestasi PLONG adalah  Juara III Festival Band  Akustik Se Jawa Timur di kampus UPB , sejak itu kami sering diundang ke sekolah2 , kampus . Dan pernah menjadi Band  pendamping Grup “Power metal” dan “Blukhutuk”  .
Kuasa illahi , saat ikut Festival Band Akustik , kami sama2 menjadi peserta dengan band yang membuang saya (hehehe) , kami juara mereka belum , dan saat saya turun dari Panggung semua penonton berebut bersalaman dengan saya sambil bilang “Drum drum an e keren mas ” hehehe, Alhamdulillah
Dengan PLONG kami sempat membuat lagu sendiri sebelum vakum dan mengurus keluarga masing2 ,  Kenangan yang tidak terlupakan
#Tonjok musuhmu dengan prestasi
#Membangunkan harimau yang sedang tidur , resiko tanggung sendiri , hehehe

 

 

Keteguhan terhadap keyakinan

Sebagai wirausahawan yang menjadi bos atas yakindirinya sendiri , mempekerjakan minimal dirinya sendiri ,  sering naik turun dalam profit , bahkan kadang2 rugi ,  membuat berpikir mungkin lebih enak kerja pada orang lain , sudah ga mikir omset , ga mikir promosi , ga mikir tetek bengek yang harus ada untuk wirausaha skala kecil , pengelolaan  cashflow untuk operasional usaha , biaya promosi , transportasi dll ,  yang notabene sama persis dengan perusahaan besar .
Kadang saat sulit ,  keyakinan berkurang karena lagi “down” ,  banyak yang gagal fokus , akhirnya melirik bidang2 lain yang kelihatannya lebih mudah utk dilakukan dan mudah pula profitnya , padahal itulah ujian keteguhan kita , saat sulit daripada waktu dibuat termenung , meratap apalagi menebar fokus kemana2 untuk mencari2 peluang lain,  saya selalu menantang diri saya untuk melakukan promosi lebih banyak , evaluasi  dan membikin terobosan2 baru , strategi2 baru ,  “Burning Desire” Semangat menyala2 di hati saya , selalu saya jaga  , karena setiap pengusaha belum mendapatkan Reward / penghargaan dari lingkungannya apabila belum sukses luar biasa , tapi hal itu tidak perlu menyurutkan langkah kita dan menurunkan keyakinan diri kita ,  kita memiliki kekuatan seperti tetes air yang terus menerus menetes dan bisa melubangi batu karang sebesar apapun , Pikirkan Tujuanmu , dan mintalah padaNya agar kamu bisa lebih sabar dan fokus untuk menuju tujuanmu , jangan hiraukan orang2 yang memandang rendah , karena mereka tidak pernah mampu melihat kita dalam wujud yang sesungguhnya yaitu tujuan kita yang dalam proses mewujud dari hati ke dunia nyata
#Selamat berjuang kawan2 didalam diri kitalah manfaat atas orang lain juga di berikan , kesuksesan anda adalah kesuksesan semua orang yang dekat dengan anda , orang yang akan anda bantu , orang yang menaruh harapan kepada anda

Positif – Negatif

positif-negatifSaya sering merasakan ketakutan saat akan berbisnis , ketakutan yang sangat nyata , bahkan membayangkan kesuksesan saja tidak berani karena bayangan rugi ataupun kebangkrutan akibat  ketidak pastian masalah yang akan menghadang entah disebabkan SDM yang bekerja pada saya , kompetitor ,  kualitas pelayanan yang harus selalu ditingkatkan , seakan banyak kerja keras yang membayang , bila memikirkan sumber daya yang saya miliki saat itu benar2 menciutkan nyali saya ,  kadang saya berdiskusi dengan istri saya , tapi karena dia berasal dari kuadran “E” , taulah nasehatnya , “bila beresiko tidak usah dilakukan” ,   sekedar tau aja ya , mengenai sikap mental positif , buku bisnis / motivasi  bahkan tentang internet marketing banyak saya koleksi , kadang2 lucu , bawah sadar merasakan keinginan untuk membeli bahkan kadang2 tidak sempat membacanya apalagi mempraktekkannya  ,  teori – teori segala macam , masuk terus , dengan harapan bisa merubah diri saya menjadi seseorang yang saya kagumi , tapi ternyata seringnya ketakutan saya terhadap sesuatu yang baru ataupun ketidakpastian jauh lebih besar dari keinginan saya untuk sukses , sering saya merasa kesal pada diri saya sendiri ,  melewatkan beberapa kesempatan / momen yang penting bagi pertumbuhan sikap dan mental bisnis saya .
Setelah saya menyadari kelemahan yang ada pada diri saya , maka saya meng edukasi diri saya sendiri ,  memberi semangat untuk berjuang dan menghibur diri saya bila merasakan kegagalan ,  saya memberikan tujuan2 kecil2 kepada diri saya , memberikan reward bila tercapai , saya menjadi pelatih dari diri saya sendiri ,  menganalisis , mengevaluasi setiap kesalahan dan kegagalan ,  Saya sangat mencintai diri saya , dan tidak akan membiarkan Semua Impian hilang setelah bangun dari tidur ,  saya tahu jalannya akan penuh liku , akan mengalami kesakitan2 sementara , gpp ,  Saya pikir sebagai manusia kita hanya bisa merencanakan dan berikhtiar se sempurna mungkin , mengenai “hasilnya” itu hak prerogatif “Allah SWT” ,  dan saya tidak mau mengecilkan arti saya dengan membandingkan diri saya dengan teman2 yang sudah sukses , kecuali hanya sebagai pemacu semangat saya ,  bahwa kita semua sedang berlari , ada yang sudah mencapai tujuan duluan ada yang belum (menurut yang melihat lho ya , sawang sinawang) , tidak masalah asalkan tidak berhenti karena berputus asa dan “mengasihani diri sendiri”
Jadi saya mengucapkan “Selamat berproses mencapai tujuan Anda ,  Anda adalah apa yang menjadi tujuan Anda  , bukan sekedar anda sekarang “

Menganalisis diri berdasarkan Cashflow Quadrant

Konsep CashFlow Quadrant diperkenalkan oleh Robert T Kiyosaki ,  keturunan Jepang Amerika yang cashflowquadransudah Bebas Finansial Pada tahun 1994 , menggolongkan manusia berdasarkan cara memperoleh penghasilannya  ke dalam 4 golongan , yaitu :

  1. Employee (E) / Pegawai
  2. Self Employee (S) / Pegawai Mandiri
  3. Business (B) / Bisnis
  4. Investor (I) / Investasi

Menurut saya , perjalanan saya gonta ganti pekerjaan dari Guru Les sampai bisnis property , masih berkutat dikuadran yang sama yaitu S / Pekerja mandiri , karena saya memiliki karakter “saya pimpin dengan cara saya” , tidak mudah mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain , sedikit perfectsionis ,  dan kelemahannya , semakin banyak job , semakin capek , hehe , karena semua ditangani sendiri
Sedangkan istri saya sebagai PNS , tentunya dari kuadran E sebagai pegawai
Dulu pernah saya memiliki bisnis “Kursus Komputer” sudah menggaji manager untuk mengelola kursus , dengan 6 pengajar serta lebih dari 40 murid ,  saya pikir dulu sudah enak , saya n istri bisa bekerja lain , dan setiap bulan mendapat tambahan dari bisnis saya , ternyata kadang2 dunia tidak seindah harapan kita , manager saya terkena godaan , mementingkan dirinya sendiri , berbohong dll ,  akhirnya saat saya klarifikasi dia sudah melarikan diri sambil membawa uang perusahaan ,  gaji instruktur yang belum dibayar  dll , bikin “Traumatik” , padahal manager tersebut sudah kami beri gaji tetap dan insentif tambahan setiap bulan  , setelah 2 tahun bekerja , menghancurkan apa yang sudah saya n istri bangun,  pengalaman yang berharga berkaitan dengan SDM.
Saya masih  belajar sekarang tentang bisnis sesuai saran Robert Kiyosaki , ga mudah memang , merubah banyak sikap mental dan kebiasaan , karena bisnis yang ideal  adalah tidak dikerjakan sendiri ,  kita merancang system bisnis sendiri dengan mempekerjakan orang-orang ataupun membeli system bisnis (Franchise atau waralaba) .
Demikian juga menjadi investor ,  memiliki uang yang bekerja untuk kita , misalnya rumah sewaan , rumah kos atau saham yang menghasilkan profit bulanan ,  yang uniknya kita bisa memperoleh penghasilan dari ke 4 kuadran , tapi selalu ada resiko juga , demikian juga mendapatkan penghasilan dari masing2 kuadran semua ada resikonya , kalo menurut saya memang semua ada ilmunya ,  setelah memiliki ilmunya dan mampu mengelola resiko dengan baik sehingga tidak membahayakan kondisi finansialnya malah selalu profit  ,  barulah bisa disebut sebagai pakar .
Definisi “Kekayaan” menurut beberapa pakar adalah “Harta yang dimiliki yang mampu menjamin gaya hidup sampai beberapa waktu tanpa bekerja” , jadi bila memiliki tabungan 200juta dengan biaya 5juta / bulan , maka kekayaannya hanya mampu menghidupi sampai 40 bulan
Sedangkan “Bebas Finansial” adalah suatu kondisi dimana asset yang mampu memberikan penghasilan   tanpa bekerja nilainya lebih dari liabilitas / pengeluaran bulanan
Jadi seseorang dengan bisnis yang ditangani orang lain memberikan penghasilan 5 juta / bln , penghasilan dari rumah kos 1 juta/bln dengan pengeluaran bulanan 2 juta/vln bisa dikatakan bebas finansial
Semoga kita semua bisa mendapatkan “Kebebasan Finansial” , amin
#bisa_silaturrahmi_tanpa_diburu-buru_harus_bekerja

 

 

 

Kapankah batas dari ketekunan itu ?

ketekunanSudah biasa seseorang mencari cara yang sukses memerlukan beberapa kali kegagalan , ada yang sedikit ada yang banyak  , seperti thomas alva edison membuat bohlam , berhasil setelah percobaan ke 1000 , jadi “gagal” sebnyak 999 kali , dalam istilah thomas alva edison , “saya menemukan banyak cara untuk tidak membuat bohlam lampu” ,  sungguh menyejukkan y kata2 nya ,  kadang2 ketekunan manusia itu selalu diuji , sampai kuat berapa kali melakukannya ? , harus bisa membedakan ya , ketekunan dan konyol , kalo ketekunan , setiap kegagalan dianalisa , buat strategi baru , dilakukan lagi dst sedangkan konyol adalah melakukan hal yang sama persis terus menerus  tapi mengharapkan hasil yang berbeda , hehehe
Sedangkan setiap manusia pasti memiliki ketakutan apabila merasa rugi tenaga , waktu dan biaya , bila menemui kegagalan terus menerus , sampai kapan saya harus bertahan atau melepaskan hal ini / berhenti ?
Saya dulu memiliki konsep bahwa saat saya putus asa sebuah pekerjaan itu mustahil atau tidak dikerjakan , saya  akan melakukan langkah – langkah sebagai berikut :

  • Saya mencari orang yang pernah menghasilkan uang di bisnis yang saya rintis
  • Setiap kegagalan saya catat dan analisis penyebabnya , dan kedepan saya lebih disiplin , bila ada kejadian serupa saya sudah memiliki formulanya agar bisa terkendali
  • Mencoba strategi baru , analisis , dst
  • Selalu memikirkan / membayangkan hasil akhir sesuai yang diinginkan walaupun realita tidak seindah itu
  • Meningkatkan kuantitas dan kualitas ikhtiar

Dan pertanyaan kapankah batas ketekunan itu ?
ini jawaban saya “Batas dari ketekunan anda adalah sampai anda mempercayai bahwa hal itu mungkin dan bisa dilakukan ”
jadi kalo kita tidak meyakininya lagi dijamin semangat kita akan kendor dan mudah berubah fokus , apakah salah ? tentu tidak , kitalah penentu nasib kita sendiri , ada harga yang harus dibayar , bahkan diam atau tidak melakukan apa apa memiliki harga yang harus dibayar yaitu tidak kemana2  ,  dan itu tidak masalah bila memang kita menginginkannya.

Mengenali perasaan “down” dan solusinya

 

Sebenarnya sebagai manusia wajar saja kalo mengalami perasaan lagi “DOWN” ,  setelah downberkali2 berusaha belum ada hasil atau kegagalan akut , kadang2 mendapatkan “masalah” yang menghantam seperti palu “Thor” bahkan seakan2 ga bisa bangun lagi enak pingsan aja , sayangnya saat sadar , masalahnya masih ada . dll.
Berikut beberapa gejala “DOWN” yang umum terjadi pada manusia , diantaranya

  • Memandang orang lain selalu lebih hebat
  • Kalo mendengar musik “melo” langsung airmata “menetes – netes”
  • Pemarah
  • Sering salah paham , orang berkata apapun terdengar menghina dan  selalu  sakit hati
  • Pendendam
  • Melakukan sesuatu selalu merasa inferior dan tersisihkan , dan merasa bahwa ada label “gak penting” di jidatnya  , sehingga semua orang tidak menghormatinya

dalam kondisi akut bisa menjadi “depresi” dan “gangguan kejiwaan”.
mungkin gejalanya banyak ya , tapi jika merasa ada salah satu yang terjadi dalam diri kita , kita harus cepat2 membetulkan “perspektif” kita yang salah tentang “diri” kita
Diantaranya menurut saya :

  • bila “kegagalan” pada pekerjaan anda , bukan berarti anda pribadi yang “gagal” , jadi hanya belum menemukan metode untuk “berhasil” itu aja , butuh jam terbang dan pengamatan serta mencoba strategi baru
  • “Anda” itu juga “orang penting” jangan kuatir diremehkan orang lain, karena mereka juga tidak ada waktu meneliti kesalahan anda karena mereka sama “persis” dengan anda sama sama manusia yang tidak luput dari masalah , walaupun berbeda masalahnya (setiap orang membawa ransel “masalah” dipunggungnya )
  • Instropeksi , perbaiki diri dan mendekat kepada Nya serta mohon petunjukNya
  • Denger musik pembangkit semangat , kalo saya paling seneng lagu “peterpan” yang berjudul “mimpi yang sempurna” dan beberapa lagu patriotik , penggerak jiwa , penyebar semangat dan pengusir “kesedihan”
  • Bersabar , menahan emosi / amarah / buruk sangka sambil menghibur diri bahwa “Misalkan dikantong saya ada duit 1 juta , apakah saya masih marah dengan perkataan orang2 ? ” , ternyata tidak kan ? , jadi ga punya duit aja yang bikin sumbu pendek , nyante aja ini kan sementara , proses yang harus dilewati ,  pasti akan ada masanya kita tinggalkan , jadi ga usah buat kesalahan bertumpuk2 dengan orang lain , dan patahkan pola “kalo ga ada duit selalu emosi / pemarah ” ubah menjadi pola yang lebih positif , misal ” kalo ga ada duit , menyapu masjid   ” menjadi lebih baik dan bermanfaat ,  tapi jangan terlalu kentara ya , kadang2 ada seseorang yang tipenya kalo punya duit , belanja terus sampai “gak punya duit ” , sampai tetangga bisa menyimpulkan , “kalo nggak ke mall pasti nyapu masjid” , hehehe

Ok teman teman , tips ala saya , hehehe , semoga sukses dan selamat di dunia dan di Akhirat

Keajaiban sedekah 1 , berkah sedekah Rp. 10rb ke pengamen berkostum Tinky Winky

Kehidupan manusia memang tempatnya perubahan kadang sedih kadang senang , kadang banyak duit kadang ga ada blass , hehehe ,  kalo ingat kejadian itu selalu “senyum2 sedih ” (bagaimana ya ekspresinya ?? bingunggg ) ,  Saat itu ada tunggakan di bank 2 bulan belum bayar , subuh jam 4 , sdh ada sms dari kolektor bank tsb , “Pagi pak , hari ini tiba jatuh tempo pembayaran masuk bulan ke tiga , kami jam 10 pagi akan datang kerumah bapak , mohon disiapkan minimal 1 x angsuran ” , mak jlebb ,  sekitar 1.35jt , saat itu kondisi keuangan sedang tdk ada dana sebesar itu ,  didompet saya pun tinggal 10rb , hehehe, istri juga cuma beberapa ratus ribu tdk sampai 300rb , saya cerita ke dia , bank menagih , dia hanya diam sambil merenung , saya malu bingits padanya ,  usaha saya msh blm ada hasil , sedangkan operasional jalan terus , akhirnya saya bilang ke dia , sudah ga usah  mikir , nanti aq yang menghadapi kolektor bank” ,  dan saya mengantar anak laki2 saya ke sekolah ” kelihatan tenang tapi mikirrrr , sambil nangis2, hehehe , setelah pulang dari nganter , dijalan saya melihat ada seorang tinky-winkypengamen berpakaian tinky winky memakai kecrekan dari tutup botol , sedang bernyanyi dan berlenggang lenggok di teras rumah orang , saat itu saya diseberang jalan , entah mengapa saya berhenti , saya lihat pemilik rumah tidak keluar , dan akhirnya pengamen itu keluar dari rumah tersebut dan menuju jalan lagi , Saat itu ada pikiran singkat saya berkata”kasihan juga pengamen itu ,  uang saya 10ribu juga tidak mungkin bisa bayar bank ,  saya bawa juga tidak membantu banyak , kalo saya berikan ke dia mungkin akan “membahagiakan” dia  , dan membuat hari ini “menjadi penuh semangat” baginya , saya juga nggak rugi mungkin “dimarahi” pihak bank tapi saya sudah membuat 1 orang “bahagia” , akhirnya saya hampiri pengamen tersebut dan saya berikan uang Rp. 10rb saya ke dia ,  Saya tidak mampu mengungkapkan sorot mata terimakasih, rasa syukur dan bahagianya ,  dia sambil meneteskan airmata menerima uang pemberian saya dan mengucapkan terimakasih berkali kali  , padahal cuma 10ribu lho , teman ,  uang yang menurut kebanyakan orang  kecil aja ,  akhirnya saya pulang dengan perasaan “bahagia” walaupun dompet “kosong” . Saat itu jam 8 pagi , 2 jam menjelang kedatangan petugas bank ,  saya sudah siapkan mental untuk “berhadapan” dengan mereka. Jam  9 pagi , ada sms masuk , ternyata dari kolektor bank bunyinya begini “Bapak ,  hari ini bapak tidak usah membayar angsuran dulu akan ditalangi oleh kantor kami dulu , bulan depan aja bapak bayar minimal 1 kali angsuran dulu”
Mula mula saya tidak mempercayai SMS itu , saya menunggu sampai jam 10 , jam 11 ternyata tidak datang , langsung saya berucap “Subhanallah” ,  “Alhamdulillahirrobbil alamin” ,  saya kaget , Allah membahagiakan saya , setelah saya membahagiakan makhlukNya , memberikan balasan langsung , selanjutnya banyak kemudahan sehingga bulan depan malah saya bisa membayar 2 kali angsuran
NB. Kisah ini saya ceritakan bukan untuk pamer melainkan untuk memotivasi teman2 bahwa salah satu cara mencari jalan keluar melalui shodaqoh seikhlasnya  mengenai bagaimana solusinya biarkanlah Allah SWT yang mendesainnya , kebetulan Allah SWT mendesain khusus buat “saya” cerita di atas

Pecah telor pertama , menjual tanah ada bangunan tua di wilayah Krembung

Kalo ingat ini , masih terasa kebahagiaan saat itu , bayangkan mulai januari 2011 sampai April 2012 saat pecah telor menjual property yang pertama kali , pecahtelorberapa lama zonk , penderitaan , investasi waktu , biaya , tenaga dan pikiran yang sudah menumpuk , keluarga di rumah menunggu buah dari ketekunan saya , sebenarnya pada tahun 2010 saya sdh mempunyai pekerjaan tetap sebagai guru les privat di Sidoarjo untuk siswa SMP / SMA dan masuk PTN negeri mapel Matematika , Fisika dan Kimia .  Saya tau pekerjaan saya ini tidak bisa menjamin kehidupan saya dan keluarga di depan , karena impian yang sedemikian besar tidak akan mampu diperoleh dengan pekerjaan ini (menurut logika saya yah ) , bahkan secara matematika , sampai mati pun tidak akan menemui atau merasakan impian saya terwujud , karena salah “alatnya” yaitu “pekerjaan” saya , darisana saya sering mendengar percakapan para “mediator” yang kedengarannya “hebat2” hasil “jutaan” , hehehe , membuat saya “terkiwir-kiwir” sampai saya bulatkan tekad  , “mungkin ini jalanku ” , dan saya melakukannya disela sela kesibukan memberi les privat , ” karena berdiri di dua perahu ” , saya sering mengalami kebingungan akut, disatu sisi saya butuh penghasilan tetap dari les privat , disisi yang lain saya harus “belajar” dan mau meluangkan waktu untuk “melakukan bisnis property saya ” ,  akhirnya “teguran dari Ortu murid les ” datang , setelah saya pikir2 , saya diskusi dengan “si mama” (istri saya, hehe), dia menyuruh saya membakar kapal dibelakang saya (alasan2 dan ketakutan saya) , kami sepakat pada awal 2011 , saya akan melepaskan pekerjaan saya sebagai guru les , dengan resiko tanpa penghasilan pasti , saya berusaha perlahan – lahan menuju impian saya dengan alat yang baru dan 100% fokus disana , yaitu berusaha menjual property .  Lebih mudah ngomong dari pada melakukan , bisnis property dilapangan itu sangat keras , bertemu bermacam2 karakter manusia ,  apalagi kebanyakan  mediator2 yang sudah tua2 (tukang ngremehin yang muda , pemalas , suka memimpin tapi gak tau bagaimana cara memimpin  yg penting komisi dapat paling banyak , tukang tipu, hehehe), kebanyakan  yang muda2 (banyak tukang tipunya) , ada yang otaknya berisi ada yang otaknya kosong  , berinteraksi dengan “mereka” mula2 saya berprilaku halus (cie ..cie) sering merasa terdzolimi , mereka hanya memikirkan keuntungan sendiri saja , capek deh ??, tapi akhirnya saya juga menemukan sedikit mediator yang pekerja keras , bertanggung jawab dan bisa menghargai waktu (itu yang paling penting) , mereka menjadi partner saya sampai sekarang, ok kembali ke laptop.
Proses pecah telor pertama saya ,  diwarnai kejadian dramatis ,  mulai 2011 , setiap hari saya memanjatkan doa agar di ijinkan mendapatkan “Gol” pertama saya  ,  saya saat itu berada diujung keputusasaan saya , saya merasa , saya tidak berbakat dan tidak cocok bidangnya , saya penginnya berhenti saja , saya sudah tidak sanggup bertahan lagi , sudah kering airmata , sudah tebal bibir berdoa ,  tanda2 terkabulnya doa saya tidak nampak , setiap akan “transaksi” saya sudah membawa berita “baik” tersebut kerumah , tapi besoknya selalu ada kabar buruk “kegagalan transaksi” , sampai “si mama” terlalu bosan dengan kabar “baik” fatamorgana dari saya , sampai malu saya kepada dia ,  saat saya sedih , saya ingat kedua anak saya sering menyanyikan lagu dmassive untuk saya “Jangan Menyerah” , setelah berkeluh kesah kepada “simama” saya mendapatkan saran profesional darinya , katanya “menjual property sebenarnya sama dengan menjual yang lain , pasti ada rumusannya , temukan cara yang gagal dan cara yang berhasil sampai ketemu formulanya sehingga bisa 99%transaksi , bukan banyak usaha saja yang penting tapi kesempurnaan proses dalam usaha lah yang bisa menghasilkan sukses “ saran terbaik dari “konsultan bisnis” saya “simama”, hehe ,  setelahnya saya buat catatan dan analisis  faktor2 kegagalan saya ,  akhirnya saya membulatkan tekad menemukan cara yang “benar” untuk menjual property , syarat yang harus “ada” harus terpenuhi di “depan” , dansaya bertekad harus “berhasil” bukan hanya untuk “saya” , untuk “istri dan anak2 saya” serta seluruh keluarga besar saya , dengan keberhasilan saya , saya akan mampu berbuat banyak untuk membantu sesama .
Saat itu bulan maret 2012 , teman mediator saya “Pak J” dan “Pak K” , menawari saya tanah di krembung luas sekitar 1046m2 dengan lebar 15m ada rumah tua ,  mereka langsung ketemu dengan pemilik dan mendapat amanah dari pemilik untuk menjualkan tanah nya , akhirnya setelah saya surve , oleh  teman2,  saya ditemukan pemilik ( josssh) , akhirnya harganya sdh disepakati beliau minta 400juta , mulailah hari2 saya isi dengan sounding tanah tersebut ke list pembeli saya .
Entah mengapa saat malam saya tidak bisa tidur, saya berpikir , apa ya yang harus saya lakukan agar Allah SWT mengijabahi permohonan saya untuk pecah telor Gol pertama saya , terserah kepada Allah SWT property yang mana saja yang saya tawarkan , akhirnya saya mengambil secarik kertas ,  Saya menulis Surat Perjanjian dengan Allah SWT , yang intinya bila Allah SWT memberikan “Gol pertama” pada saya , berapapun komisi saya akan saya shodaqohkan 50%  ,  saya bubuhi ttd saya , surat itu saya simpan , dan sebelum tidur saya baca dulu .
perkiraan 1 minggu setelah sounding ada seorang pembeli menelepon namanya ibu W (chinese) pemilik percetakan di sukodono , menurut ceritanya beliau gagal membeli tanah karena dokumennya bermasalah dan ditolak bank padahal Bank siap membiayai via KPR    ,  akhirnya saya bersama ibu W surve lokasi , ibu W ini bisniswoman tulen bro , anak buahnya diturunkan untuk cek harga pasar ,  dan dia juga membayar appraisal independen untuk menilai property ,  mula2 saya tdk tau , tapi tetangga dilokasi yang cerita ,  akhirnya ibu W menawar 300 juta, saya sampaikan ke pemilik , pemilik mau turun 375jt ,  saat ini teman2 mediator sdh saya suruh untuk menego ke pemilik karena harga belum ketemu , sampai 3 hari , saya sudah ga bisa tidur ,  ini adalah pengalaman pertama saya semua unsur sudah terpenuhi dan ada ditangan saya , ketemu pemilik , ketemu pembeli , menego langsung ke pemilik dan pembeli , teman mediator saya suruh berusaha agar pemilik mau turun lagi harganya.
Akhirnya saya main ke kantor pembeli , kebetulan ada orang bank juga ,  akhirnya setelah berunding bertiga , ketemu keputusan mentok “325juta” jika tidak dilepas , pembeli sudah ga minat mau nyari lain aja .  Tugas ke pembeli sudah “final”, hari berikutnya saya bersama teman2 ke rumah penjual , disana sempat jalan buntu , tapi saya lihat ada celah , bahwa penjual keberatan jika mengeluarkan komisi 2.5% bila laku 325jt , selain itu saya jg kemukakan bahwa kadang2 kesempatan itu tdk datang dua kali , kalo yang ini ditolak , bisa saja laku 2 tahun lagi dan harga lebih murah ( ini sering terjadi lho ya ), dia minta waktu ke saya , malam nanti akan dikabari katanya .

Kira2 jam 7 malam , penjual ngebel ke saya , dia mau melepas 325jt asalkan komisi untuk mediator bisa dinego , akhirnya tugas saya cuma nego komisi yang akan dia beri , sdh diel , akhirnya saya sampaikan ke pembeli bahwa penjual sdh “diel”  , “cuma penjual mengurangi komisi ke kami bu, karena harganya mepet” , kata bu W , gpp pak , saya juga bantu keluarkan komisi untuk bapak dan teman2 mediator , akhirnya nego komisi dengan pembeli , “DIEL” juga .
2 hari kemudian “Transaksi” di notaris di perumahan “taman pinang indah” , teman mediator ga berani nunggu bersama saya , mereka memantau dari jauh aja katanya , dan siap ditelepon jika “cair” , gpp , saya juga merasa senang mereka  percaya kepada saya dengan mempertemukan saya ke penjual langsung , menego langsung dan mereka memahami kemampuan mereka untuk hal tsb sangatlah kurang, akhirnya transaksi selesai , kami semua ke bank di sepanjang sidoarjo  tempat pembeli mengajukan KPR , uang ditransfer ke rekening penjual , saya diberi pembeli komisi kami , kamipun berpisah dan saya ikuti penjual ke  Bank untuk mengambil fee kami , sudah , kami berpisah semua dan saya call teman2 lgsg saya bagi 3 komisinya , hehehe. Seperti Pahlawan saya pulang kerumah, memberikan komisi pertama , oleh “simama” lgsg dibagi dua , satu buat kami dan satunya buah shodaqoh , mungkin hal itulah yang membuat bulan berikutnya Gol berlipat2 , Alhamdulillah  (ingat kadang2 terjadi shodaqoh uang diganti uang tapi tidak selalu , suka suka Allah SWT , Dia yang Maha Berkehendak  )
Semoga bermanfaat bagi teman2
#orang yang ingin melihat “pelangi”harus mampu menahankan “hujan”

Tidak ada yang mudah tapi BISA

Itu kata2 yang sering saya gunakan bila saya mengalami kesulitan saat “berproses” terdiri atas 2 frase yaitu Tidak ada yang mudah  dan BISA , frase pertama  itu untuk menguatkan pribadi saya bahwa bisa2“hati” dan “pikiran” saya yang “pemalas” selalu mengharapkan sukses yang “instan” , cepat dan mudah , padahal kenyataan semuanya “kasuistik” apalagi dalam menjual property  banyak faktor penyebab kegagalan “transaksi” yaitu penjual, pembeli ,  orang disekitar penjual dan pembeli , mediator , notaris ,  pihak bank dan keabsahan dokumen” itu secara “logika” saja kalo diadat jawa ada tambahan , “sing mbaurekso” / jin penunggunya menolak , hehe ,  kalo dalam “Islam” cukup “kalo diel berarti “jodoh” kalo nggak ” ya nggak berjodoh” ” ,  kalo saya , pastikan semua faktor manusia komunikasinya sehat  dan dokumen sah , 90% diel  ,  nah itu yang butuh kerja keras ,  kadang teman mediator ada juga lho , cuma “sms” dengan isi “BRO, WIS CAIR TA ? KABARI YO ? ”  , wkwkwkw, minta bagian yang sama lagi dengan yang “bekerja keras”  , kalo itu terjadi saya ga masalah , kita bagi aja seperti maunya , dan itu akhir kerjasamanya dengan saya ,  kecuali ada iktikat baik untuk berubah dengan mau bekerja sesuai porsinya , tidak hanya “penyampai” trus menunggu “DIEL” ,  ga mau mikir , ga mau keluar transport , ga mau kerja .
Jadi frase pertama itu membuat saya lebih sabar, lebih teliti , dan menutup celah “kegagalan” jika memungkinkan untuk transaksi , dan keluar secepatnya jika terdeteksi tidak mungkin transaksi menurut feeling saya
frase kedua “BISA” kenapa huruf besar karena  saya yakin didunia semua ada pasangannya ” bumi langit ” ,” kaya miskin” dll, dipikiran anda pasti menambahkan lagi kan , hehe , maaf , saya sok tau ya , hehehe ,  “sulit mudah” , prinsip saya ” hal yang sulit kalo sering dilakukan akan menjadi “terbiasa” dan menjadi ” makin mudah , makin cepat , oleh karena saya yakin bila kita cukup banyak melakukannya pasti BISA , itu!.