Keputusan untuk bergabung di Broker Property Online

properti onlineSetelah menimbang2 akhirnya saya memutuskan untuk join sebagai member broker property online yang memasarkan property di “Bali” dan sekitarnya , kenapa ?  Karena promosi online dan offline sudah menjadi kebiasaan saya , jadi menambah target tidak menjadi sebuah masalah buat saya , dan dengan bergabung menjadi member broker properti online ini semua proses seperti survei , antar pembeli , komunikasi sampai antar ke notaris dilakukan semua oleh perusahaan broker properti online tsb , dan saya mendapatkan komisi sesuai aturan main , dan berbagi dengan mereka , gak masalah ,  dan saya tetap lakukan promo2 property mereka disela2 kesibukan saya,  saya selalu mencoba cara baru untuk menghasilkan uang ,  kenapa tidak , Gratis lagi , sambil ACTION dan berharap , narik arisan bila saatnya tiba
dan bila anda ingin tau lebih banyak tentang perusahaan broker property online , tempat saya join gratis sekarang , klik di sini  ,mungkin ini juga merupakan jalan anda menuju sukses , siapa tau , dan gak ada ruginya , lha wong gratis ,  penjelasannya dan aturan mainnya cukup meyakinkan saya untuk JOIN

 

Saat semua jalan rasanya tertutup , harapan mulai menyempit

stressManusia itu sebenarnya sudah mengalami senang dan susah datang silih berganti ,  bahkan kadang2 permasalahan yang semakin memuncak , membuat pikiran pendek / sempit , kadang2 menghampiri , Saat sedih ,  memandang bisnis jg meneyedihkan , seakan tiada harapan lagi , semua teman seakan mengejek bahkan menjauh karena sensitifitas perasaan kita yang mudah terpancing amarah , bahkan yang lebih parah , kita melampiaskan semua kejengkelan kita pada keluarga , anak maupun istri kita bahkan pada Tuhan , mungkin , Naudzubillah
Memang manusia tempatnya perubahan , jualan saat rame , kita bisa membeli apapun yang kita mau , kita merasa pede berbicara dengan orang lain , menunjukkan kisah sukses kita dan mampu menganalisa ketidak suksesan jualan orang lain, tapi jangan lupa ,  pada hakekatnya semua keadaan kita adalah ujian dari Nya , dan saat tiba masanya jualan sepi , banyak kompetitor ,  padahal biaya operasional bisnis tinggi , stok menumpuk , tagihan banyak , sedangkan jualan sepi , saat itulah ujian yang berat sedang menimpa , saat itu kita berpikir , kenapa ya , saat semua mudah dulu , bukan mempersiapkan kesulitan ini dengan menabung , malah menghabiskannya untuk urusan yang bahkan kadang2 tidak kita butuhkan ,  saat itu penyesalan demi penyesalan menyeruak , kadang2 kalo kondisi akut , kita sudah tidak percaya kalo kita mampu menjual , dan kita akan takut berbisnis apapun , membuat kita lemah , lunglai dan tidak sanggup melangkah lagi.
Bila itu terjadi , saya hanya bisa berpesan , mumpung jualan sepi , banyakin zikir , dan bayangkan kesuksesan sebelumnya yang pernah kita alami dan sudah kita lalui , karena episode manusia sudah wajib hukumnya untuk mengalami perubahan sesuai kehendak Nya ,  kemudian ikhtiar serajin dan sebaik mungkin untuk emmperbaiki keadaan ,  dan bila ada peluang bisnis lain , kecil2 , terima aja bila memungkinkan / bisa dilakukan , yang penting bisa melumasi roda kehidupan yang membutuhkan dana operasional , Semoga beruntung dan selamat di dunia sampai di Akhirat

Belajar Menerima “Kekalahan”

gagalHati hati , terlalu positif itu juga ga baik , karena akan membuat kita menjadi “invalid” , seperti sering muncul di TV , para calon “gagal” anggota dewan ,  ada yg “stress” , mengambil kembali semua “bantuan” nya selama kampanye , dll
Karena mungkin dana yang sudah dihabiskan “terlalu” besar ataupun mungkin dari “hutang” dll .
Mereka hanya memikirkan “kemenangan” dan tidak siap menghadapi”kekalahan” , entah karena “pembisik”2 yang selalu bilang ke para calon anggota dewan tsb , bahwa beliau tidak mungkin “kalah” ,  mungkin pede karena simpatisannya besar , “ingak , ingak ” ,  anda adalah gula , pasti semut akan memberikan info apapun yang anda inginkan ,  asalkan “manis”nya tetap bisa mereka rasakan , walaupun tidak semua semut begitu , tapi  semua “resiko” anda sendiri beserta keluarga yang akan menanggungnya , bila kenyataan tidak seindah harapan ,  anda tidak bisa menyalahkan siapa siapa selain diri anda sendiri , karena resiko “kalah” selalu ada

Saya sama istri pernah silaturrahmi ke rumah teman istri yang suaminya terpilih menjadi kepala desa , percakapan yang seru , intrik2 politik , biaya yang besar dll yang senantiasa mengiringi Pilkades , ada satu hal , yang saya kagum , istrinya mula2 tidak mendukung , tapi karena kasihan suaminya repot sendiri , dan harus menanggung segala kerepotan dan konsekwensi pada pilkades , dia bertanya kepada si suami , “Sudah yakin , mau ikut ?” , si suami mengangguk , terus dilanjut istrinya ” Kalo kalah bagaimana ? Rugi banyak , tenaga , dana dll , siap ?”
Si Suami bilang ” Gpp , aku sudah ikhtiar , kalo kalah berarti belum jodoh , dan aku jadi orang biasa lagi , ga masalah”
Akhirnya si istri komitmen luar biasa untuk membantu suaminya agar berhasil , itu yang saya bilang menjadi manusia sempurna , mengenal “menang dan kalah” , dan mampu menerima keadaan apapun

Jadi lebih bijaklah dalam “memutuskan” sesuatu termasuk resikonya , sanggupkah kita menanggung resikonya ?? Bila tidak , Ambil aja yang resikonya kecil yang kita sanggup , karena kelihatannya itu keputusan kita sendiri , tapi ada keluarga yang akan ikut menanggung segala konsekwensinya , Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua , aamiiin

 

 

Memiliki jiwa dan bisnis di kuadran yang berbeda

Menurut saya ini yang cashflowquadran

terjadi pada saya , karena jiwa pada  kuadran itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dari seseorang , percaya nggak kalo , anak seorang pengusaha pasti lebih mudah jadi pengusaha  dibandingkan yang lain , walaupun tidak selalu , tetapi peluangnya lebih besar ,  Dan Anak pegawai selalu lebih mudah menjadi pegawai  , karena apa ya ? bahasa dari masing2 kuadran itu berbeda ,  bagaimana bila seseorang dari kuadran E dan S , memiliki Bisnis , kayak saya ,  sulit mendelegasikan dan mempercayai orang lain , maunya dikerjakan sendiri ,  penginnya apa2 disiapkan ,  dan belum memahami arti dari Bisnis itu sendiri , jadi kadang2 bisnisnya kecil terus ga besar2 ,  walaupun saya akhirnya mengerti ada yang salah selama ini , apakah mudah merubah hal itu  , seperti membalik telapak tangan , tentu tidak ,  impian memiliki penghasilan di kuadran B dan I , tidak pernah saya lepaskan , walau kadang2 masih ada kesalahan aja di sana sini , gpp , yang penting di coba ,  butuh waktu dan butuh proses
Semoga kita semua mampu memiliki bisnis dikuadran B dan I (kanan) , karena disanalah kebebasan Finansial bisa didapatkan , Waktu dan Uang sama banyaknya , jadi bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dan banyak waktu bersilaturrahmi  dan memberikan manfaat kepada sesama, Aamiin

 

Sawang Sinawang , rumput tetangga lebih hijau

nonton tvKita menonton hidup orang lain itu seperti menonton TV , dia kesakitan juga kita ga tau ,  yang pasti kelihatan kalo dia sedang naik mobil dan rumah besar , pasti kaya dan bahagia , benarkah ?? Mungkin , tapi ada yang kurang sempurna analisa kita tentang dia ,  karena kita tidak mampu menyelami hatinya , perasaannya maupun pikirannya.  Apa kegundahan  , masalah  dan beban finansial yang harus dibayar dalam waktu dekat , urusan keluarga , teman dan lingkungan  dll ,  pasti sama pusingnya dengan kita , sebenarnya sawang sinawang itu menurut saya karena kefrustasian kita dalam menghadapi masalah / tantangan hidup sehingga membuat kita mencari alasan bahwa hidup kita lebih menyengsarakan dibanding hidup orang lain, dan kita berandai2 jika hidup kita ditukar dengan kehidupan mereka ,  Alamak….
Pernah nonton reality show “Tukar Nasib” di salah satu stasiun televisi swasta ,  walaupun disesuaikan dengan pemirsa jadi ga “pure” reality show  ,  tetap terlihat 2 keluarga yang berbeda setelah di tukar kehidupannya ” sama sama ga kuat” , hehehe
Yang “kaya” ga kuat menjalani kehidupan yang “miskin” , karena pekerjaan sangat berat pakai “otot” , tidak ada fasilitas yang memadai dll , yang miskin juga ga “kuat” ,  karena harus menggunakan “otak” yang dia ga pernah tau sebelumnya , misal petani tukar nasib dengan pengacara , apalagi keluarganya
Jadi cegah “Sawang sinawang” dengan

  1. Bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini
  2. Memandang orang lain dengan perspektif yang benar artinya kita tahu bahwa kita semua manusia diciptakan berbeda  satu sama lain , tapi ada yang sama yaitu kita sama sama memiliki masalah
  3. Mulai bertanggung jawab pada diri sendiri dengan mencari solusi atas semua masalah kita dengan mendekat padaNya , Sang Maha Pencipta , dan mencoba semua langkah2 yang terbetik di pikiran untuk menyelesaikan masalah kita

Semoga kita bisa menjadi diri kita sendiri , mendapat kekuatan untuk memecahkan semua masalah kita dari Allah SWT , pemberi solusi atas semua masalah manusia, Aamiin

Reward buat yang “kalah”

kalahKadang2 hidup itu seperti ga adil juga ya , saat lomba lari , semua berlari , yang nyampe finish dulu baru diberi reward / diberi penghargaan dengan sebutan Pemenang , diberi sertifikat dan Hadiah , padahal kita juga tau peserta yang lain juga sama berlari , berkeringat , bahkan mungkin ada yang terjerembab , sehingga patah tulang / keseleo yang membuat dia tidak bisa melanjutkan pertandingan , kadang malah masuk rumah sakit , dengan pengorbanan yang jauh lebih besar , tidak mendapatkan apa apa, sedih….

Seperti pengalaman saya bulan lalu , saya sedang belajar affiliate marketing ,  ditampung di grup affiliate seorang mastah , di beri tantangan untuk menjual produk IM secara “Online”, jumlah anggota grup sekitar 40 orang , diberi waktu 1 bulan untuk pecah telor ( ada sales minimal 1 ) , bisa melanjutkan pelatihan affiliate marketing Batch 2 ,  dengan tantangan ini saya baru tau , membuat sales 1 buah itu sulit , saya infokan via email , fb , iklan fb sekuat tenaga , kalo dipikir biaya , waktu dan tenaga  yg saya berikan lumayan besar (kadang saya mikir , ngapain yah susah payah )  , tapi saya komitmen mau belajar , sampai akhirnya mendapatkan 5 sales dengan total biaya iklan FB 130ribu , hasil 495rb , lumayan masih untung , tapi ga ngitung tenaga karena mau belajar,  ada 10 orang yang membuat sales , jadi sisanya 30 orang dikeluarkan dari grup masuk batch ke 2 , sedih ya ,  pdhal saya tau tidak semua orang yang tidak berhasil menjual itu pemalas, kalo dalam skala masyarakat , apakah yang miskin selalu malas , tidak kan ? Tapi kembali lagi , manusia memiliki waktu terbatas, sumberdaya terbatas , jadi pikirannya hanya mampu mensortir yang ter ….. saja , makanya tidak heran , yang cukup dikenal di sekolah , teman yang terpinter, ternakal, paling pendiam , yang biasa2 aja , pasti terlupakan baik oleh guru maupun temannya

Kalo menurut saya , lebih baik kita memberi “Selamat” kepada pemenang dan memberi “Semangat” kepada yang belum menang ,  karena mereka juga sudah berusaha , sesuai kadar kemampuan mereka
Pemberian “semangat” itulah reward yang sangat dibutuhkan oleh yang “kalah” , karena saat itu dia sedang kecewa , down , pesimis bahkan mungkin dalam hatinya akan berhenti mencoba lagi , karena kita tidak tau bahwa mungkin karena “reward” kita itu dia bisa bangkit dan mencapai kemenangan ke depannya

 

 

Gol properti yang seperti berjalan diatas balok es

balok esIni adalah Gol properti yang paling nyesek , karena nyaris keteledoran teman mediator pak S , yang tidak mengetahui ke “valid” an penjual , tidak bisa menjalin komunikasi dgn penjual krn sengaja “menghindar” walaupun pada akhirnya Allah SWT melindungi hasil kerja kami itu .
Saya berkenalan dengan pak S mediator properti dari Waru , sebelumnya sempat akan ada gol , tp pak S ternyata propertinya tidak “valid” , jadi “batal” , akhirnya dia mendapat sebuah gudang di Sidoarjo , setelah bertemu dengan pemilik di Gudang tsb , akhirnya diel dibantu dijualkan dgn harga dan aturan main komisi yg sdh disepakati antara pak S dgn pemilik .
Pak S , menghubungi saya , sdh sy surve , n ketemu pemilik , tp sy ga minta no hp pemilik krn saya pikir , pak S sdh cukup kualified cara kerjanya , berdasarkan kegagalan yg lalu , sdh berjanji ga mengulangi Setelah sounding2 ada buyer dari Jakarta , ngebel , pengin lihat lokasi dan dia bilang ke sidoarjo mau lihat 3 tempat , salah satunya tempat saya tsb
Saat pembeli sdh tiba dibandara juanda dan langsung janjian dengan saya , saya antar ke gudang tsb , disana sdh menunggu teman saya , pak S dan anaknya pemilik gudang , dihadapan semua org , pembeli bilang kalo kami ternyata beli gudang ini , kami tidak akan memberi komisi , pak Eka minta ke penjual ya ? , saya menoleh ke pemilik dan pak S teman saya , sambil bilang gpp pak , penjual memang sdh komitmen kok untuk ngasih fee, akhirnya pembeli minta no hp pemilik , dan balik ke Jakarta
Setiap 3 hari saya follow up pembeli , sekitar 2 minggu kemudian pembeli ngebel , bahwa gudang saya yang dipilih , dan dia sudah bilang ke penjual
Babak ujian dimulai , eng ing eng …..
Pak S sy beri kabar gembira itu , dia lgsg ngabari pemilik , sampai 3 hari tidak ada balasan sms/telp , pdhal aktif berarti tidak diangkat , knp ya ? Mau nakal ya , hehehe
Teernyata pak S ga tau identitasnya , alamat lengkapnya , satu2nya penghubung ya no hp itu aja , jadi kalo nomor hp dibuang , komisi melayang
Gampang bener mau mendzalimi orang dan makan hak orang , entah mengapa saat itu saya mengajak pak S untuk tanpa berhenti “Hasbunallah Wa nikmal wakiil” , sambil saya berikhtiar lahir , karena pemilik sdh ga kooperatif , saya jalin komunikasi dengan pembeli , kabar apapun , seperti negosiasi harga , diel harga dan waktu , jam dan ke notaris mana , semua di smskan ke saya oleh pembeli , dan semua sms tersebut sy teruskan ke pak S , agar di teruskan ke pemilik , 1 hari sebelum transaksi , pemilik menghubungi Pak S , sambil minta maaf , bahwa selama ini dia di Singapura , hp ga dibawa (padahal kata pembeli , setiap sms selalu langsung dibalas, hehehe , gpp ) , akhirnya hari dan jam itu datang , saya dan Pak S , bersama pembeli datang bersama ke notaris , dan disana sdh menunggu pemilik yg saya blm pernah tau/lihat karena yg mendampingi daari awal selalu anaknya , saat itu dia mendekati saya , mau nego komisinya alasannya macam2 , sy cuma bilang pak yg saya terima kan 2.5% , bapak terima 97.5% , kok kelihatannya besar bagian saya sih ? hehehe , akhirnya komisi cair, Alhamdulillah , Allah SWT melindungi hasil kerja saya yg ini melalui tangan pembeli dan menyadarkan penjual , Pak S juga terharu , dia katanya setiap malam ga bisa tidur , mengingat keteledorannya dan komisi yg akan lenyap begitu saja
#Adarezekiyangmudahdanadajugayangsulit
#Tetap_Semangat