Berharap pada Sedekah ??

Sangat banyak perintah untuk “bersedekah” didalam Al Quran , diantaranya saya cuplikkan disini
“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” (QS. Al Baqarah:265)

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebasedekahgian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al Baqarah:267)

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah:271) (Simak juga QS. Al Baqarah: 272, 273,274. QS. Ali Imran: 133-134, QS. An Nisa:114. QS. Al Lail:5-8)
Mengenai pelipat gandaan pahala sedekah pada surat Al An’am 160 sbb :

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

Menurut saya , kebanyakan Orang berusaha mendikte Allah SWT dengan sedekahnya agar membalas sesuai keinginan mereka termasuk juga pelipatgandaan pahala sedekah dimaknai dengan “salah” maka Allah akan mengganti sedekahnya minimal 10x lipat dalam bentuk “uang” , bila sedekah Rp. 10.000,- maka dalam hati kita sudah beranggapan “sebentar lagi Allah SWT akan mengirimkan Rizki berupa Uang Rp. 100rb (10x lipat) ” , karena beberapa orang mengalaminya  (padahal itu sebagai pembuktian atas “Kebesaran Nya”) yang kadang2 terjadi , ternyata hal itu tidak terjadi pada mereka , sehingga mereka kecewa dan yang lebih parah jika beranggapan “Bahwa Allah tidak menepati janjiNya” , naudzubillah.
Sobat , Allah SWT Rabb kita , pencipta kita , yang lebih mengetahui diri kita dibanding kita sendiri atau bapak/ibu kita , apa yang kita butuhkan , dosa2 kita , masalah2 yang bakal menghadang , pertolongan2 yang akan disiapkan , jadi please , jangan menganggap Allah SWT berpikir seperti kita yang terbatas dan tidak sempurna.
Dan jangan memandang “remeh” betapa detil Allah SWT dalam menerima amal seseorang salah satunya “sedekah”, dengan menggunakan “filter” diantaranya
1. Dari harta yang halal saja ,  seandainya 1 ton kapas saat dikemas ada 0,0025 gram bukan kapas , pasti Allah SWT tau dan Allah SWT maha suci hanya menerima dari yang baik dan halal saja
2. Dari “niat” apakah murni “karena Allah” atau ada “sekutunya” (riya’)
3. Pasca “beramal” adakah ujub disana ? Apakah menyebut2 amalnya saat marah / kecewa / berbangga
Jadi sudah selayaknya jika kita wara’ (berhati – hati) dalam beramal dan senantiasa berdoa agar Allah SWT menerima semua amal kita dan memperbaiki diri kita setelah berMuhasabah , dan membersihkan hati kita dari sifat sifat tercela Riya’ dan Ujub .
Kemudian ketahuilah rizki / karunia itu tidaklah selalu berupa “uang” bisa saja berupa penghapusan dosa (sehingga berkurang dosanya) , kemudahan (bertemu teman / lembaga yang bisa membantu ) , sembuh dari penyakit , bertemu jodoh , ditolak bala’ (musibah) yang akan datang dll , yang semua itu atas sepengetahuan Nya dan dalam Ilmu Nya.
Jadi boleh saja kita berdoa agar sedekah kita bisa menyelesaikan masalah kita sesuai kehendak kita , tapi mengenai hasilnya pasrahkan kepada Nya , bila kehendak Nya sama dengan kehendak kita , pasti akan terjadi pertolongan sesuai keinginan dan kalo tidak , pasti akan terjadi pertolongan sesuai kebutuhan kita yang tidak kita sadari yang menurut “Allah SWT” lebih urgent
Semangat Bersedekah !!!

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *