Punya Studio Musik, Doa yang pernah di ijabahi Allah SWT

studioSaya saat SMA pernah berdoa meminta Studio musik (seperti mimpi disiang bolong dari segi ekonomi keluarga saya saat itu) ,  setelah menikah sekitar tahun 2005 saya mendirikan studio musik saya , cuma 2 tahun aja , karena ternyata saat itu saya pikir kurang “bagus” prosepeknya  dan terlalu banyak “faktor x” dilapangan dan yang paling utama belum selaras dengan tujuan utama saya , jadi saya putuskan menutupnya , yang jadi keheranan  saya , ternyata doa yang pernah saya ucapkan bertahun2 yang lalu yang bahkan saya sampai lupa saking lamanya ga terwujud , ternyata bisa terwujud juga , jadi jangan takut bermimpi karena bila bertahan dalam memperjuangkan mimpi , maka mimpi itu akan bersama kita sampai terwujud
#Be a Strong Dreamer

Cerita Burning Desire saat bermain drum

Saat sekolah di SMP Negeri 9 surabaya tahun 1985-1988 , saya punya teman namanya E ,  dia setiap minggu pagi jam 9 les drum di perumahan babatan kenjeran yang diajar oleh Pak Jimmy eks drumdrummernya Grup Oneway Rock Band  Surabaya , itulah pertama kali saya bersentuhan dengan alat musik drum , karena saya selalu diajak teman saya saat les drum ,  saya duduk aja di depan teman yang sedang berlatih drum ,  dengan modal lihat teman les, saya belajar point2 bermain drum ,  kadang2 tangan dan kaki saya bergerak2 mengikuti gerakan ritme drum ,  yang teman saya dan gurunya tidak tahu , setiap pulang , dirumah saya selalu mencoba gerakan yang tadi diajarkan ke teman saya ,  saya akhirnya berhasil membeli stick pertama , dan mulai saya praktekkan dikursi tamu saya , hehehe , yang menurut saya menyenangkan , bila datang les sebelum jam 9 , teman saya boleh mengiringi lagu2 apapun sesuai kaset (jaman itu blm ada CD) ,  aneh ya ,  pak Jimmy kelihatannya sudah mengerti kalo saya sdh memahami teori bermain drum setelah 5 bulan mengikuti teman saya , hari kebesaran datang saat itu , sedang awal keluarnya lagu sirkuit dari SAS grup , teman saya disuruh mengikuti pake drum lagu tsb , ternyata dia tidak mampu mengikuti lagu dengan speed tersebut , anehnya Pak Jimmy  menoleh ke saya , dan bilang “kamu bisa ? ” , tanpa mikir saya langsung bilang bisa , saya duduk di kursi drum “Saat itu melambungkan kebanggan saya pertama kali duduk di kursi drum menghadap drum seperti teman saya , hehe” ,  dan saya berhasil mengikuti lagu sirkuit tsb walaupun tidak sempurna tapi ketukannya tepat.
Saya dan teman sering di ajak pak Jimmy latihan bersama grupnya , saat di studio mereka main lagu “Breaking The Law” judas priest , permainannya itu yang membuat sampai sekarang saya menyukai lagu tersebut ,  dan pernah juga diajak ke kampusnya  , waktu itu ada grup band temannya sedang latihan , tapi drummernya blm datang , mereka mengajak pak Jimmy naik ke panggung ,  ajaib , tanpa mengetahui lagunya , Pak Jimmy mampu mengiringi dengan “Bagus” , saat turun dari panggung , saya langsung tanya , “Bagaimana cara mainnya pak , kalo tidak tau lagunya ?” , jawab Pak Jimmy “itu feeling , eka, kalo kamu sudah pinter main drum , sudah bermain ribuan kali , pasti juga bisa ”
stlh genap 8 bln teman saya sdh berhenti les , akhirnya lama tidak pernah praktek drum , sampai di SMA Negeri 2 Surabaya ,  kelas 2 , saya membentuk grup Band dengan nama “Fahrenheit”  , dengan teman sekelas , teman saya D , pemain bass sekaligus pemain drum , dialah tentor saya , bermain drum ,  sampai sering  latihan dan mengarang beberapa lagu , pernah lolos di SMADA Open Air dan ikut festival Band di Mojokerto dan sempat pula mengisi di HUT Kemerdekaan RI di kampung saya ( kangen bro , semoga kalian semua sukses dan sehat selalu ya ? ).
Saat Kuliah , ada sebuah Group Band yang sering mengisi di TRS (Taman Remaja Surabaya)  , mendatangi saya , mengajak saya untuk bermain di TRS seminggu lagi karena drummernya tidak bisa , jadi hanya ada waktu latihan 3 kali untuk 9 lagu yang belum pernah saya latih permainan drumnya ,  tantangan itu saya terima , saat latihan ke tiga , 8 lagu saya mampu mainkan dengan baik , ada 1 lagu dari Bon Jovi  , yang menurut saya ketukannya cukup sulit , saya sering terbolak balik senar drum dan bass drumnya , kacau deh , buat ga pede aja , hehe.
Saat di TRS ketakutan saya terjadi 8 lagu bagus , 1 lagu rusak ,  beberapa personil grup tsb membully saya , sambil memberikan fee pentas , saya ingat hanya 2 org personil grup yang tdk menyakiti hati saya ,  dan langsung saya dikeluarkan dari Grup Band tsb ,  Sakitnya tuh disini , hehe , saat itu saya dendam banget sama mereka , harga diri saya tersentuh , saya tahu saya 8 lagu main bagus , 1 main buruk , hanya kejelekan yang dilihat padahal saya bisa membuat alasan latihan cuma 3 x , sedangkan mereka sudah berlatih berbulan2 ,  saya termotivasi dengan tujuan saya , bisa main drum sampai mendapatkan penghargaan dan mampu mengalahkan grup yang telah mengeluarkan saya .
Mulailah perjalanan saya ngelmu belajar drum ke Symphony depan lapangan tambaksari (dulu) , terus ke Dedik (Drummernya Gaspyrogyras / Grup Macan) dan terakhir saya les di Mayura Bratang .
Saat di Mayura karena 1 buku les drum berhasil saya selesaikan dalam 4 pertemuan (30 menit@2 orang) , saya diberitau bahwa saya sdh bisa , ga perlu les lagi , ya sudah , itu proses terakhir saya ngelmu drum ,  dikampung saya , saya membentuk grup Band dengan nama “PLONG” (Pokok e Lak Onok NGerock e) paling suka main lagu “Metallica” , terutama saya pengagum Lars Ulrich (drummernya metallica),  prestasi PLONG adalah  Juara III Festival Band  Akustik Se Jawa Timur di kampus UPB , sejak itu kami sering diundang ke sekolah2 , kampus . Dan pernah menjadi Band  pendamping Grup “Power metal” dan “Blukhutuk”  .
Kuasa illahi , saat ikut Festival Band Akustik , kami sama2 menjadi peserta dengan band yang membuang saya (hehehe) , kami juara mereka belum , dan saat saya turun dari Panggung semua penonton berebut bersalaman dengan saya sambil bilang “Drum drum an e keren mas ” hehehe, Alhamdulillah
Dengan PLONG kami sempat membuat lagu sendiri sebelum vakum dan mengurus keluarga masing2 ,  Kenangan yang tidak terlupakan
#Tonjok musuhmu dengan prestasi
#Membangunkan harimau yang sedang tidur , resiko tanggung sendiri , hehehe

 

 

Keteguhan terhadap keyakinan

Sebagai wirausahawan yang menjadi bos atas yakindirinya sendiri , mempekerjakan minimal dirinya sendiri ,  sering naik turun dalam profit , bahkan kadang2 rugi ,  membuat berpikir mungkin lebih enak kerja pada orang lain , sudah ga mikir omset , ga mikir promosi , ga mikir tetek bengek yang harus ada untuk wirausaha skala kecil , pengelolaan  cashflow untuk operasional usaha , biaya promosi , transportasi dll ,  yang notabene sama persis dengan perusahaan besar .
Kadang saat sulit ,  keyakinan berkurang karena lagi “down” ,  banyak yang gagal fokus , akhirnya melirik bidang2 lain yang kelihatannya lebih mudah utk dilakukan dan mudah pula profitnya , padahal itulah ujian keteguhan kita , saat sulit daripada waktu dibuat termenung , meratap apalagi menebar fokus kemana2 untuk mencari2 peluang lain,  saya selalu menantang diri saya untuk melakukan promosi lebih banyak , evaluasi  dan membikin terobosan2 baru , strategi2 baru ,  “Burning Desire” Semangat menyala2 di hati saya , selalu saya jaga  , karena setiap pengusaha belum mendapatkan Reward / penghargaan dari lingkungannya apabila belum sukses luar biasa , tapi hal itu tidak perlu menyurutkan langkah kita dan menurunkan keyakinan diri kita ,  kita memiliki kekuatan seperti tetes air yang terus menerus menetes dan bisa melubangi batu karang sebesar apapun , Pikirkan Tujuanmu , dan mintalah padaNya agar kamu bisa lebih sabar dan fokus untuk menuju tujuanmu , jangan hiraukan orang2 yang memandang rendah , karena mereka tidak pernah mampu melihat kita dalam wujud yang sesungguhnya yaitu tujuan kita yang dalam proses mewujud dari hati ke dunia nyata
#Selamat berjuang kawan2 didalam diri kitalah manfaat atas orang lain juga di berikan , kesuksesan anda adalah kesuksesan semua orang yang dekat dengan anda , orang yang akan anda bantu , orang yang menaruh harapan kepada anda

Saat sakit , saya membuktikan “KebesaranNya”

“Seseorang tidak akan pernah bersyukur atas kesehatannya sesempurna orang yang pernah terbaring sakit dan merasakan keterbatasan yang tidak pernah terfikirkan sebelumnya”
itu quote dari saya , hehehe , saya menulis karena saya mengalaminya .
Pada Hari raya Iedul Fitri 2014 , sebenarnya saya sudah merasakan kalo alarm dalam tubuh saya menunjukkan “ketidak beresan” dalam tubuh saya , luka yang lama sembuh , dan cek kadar gula yang  tinggi tidak membuat saya mengurangi aktivitas dan “baik sangka” saya , saya selalu “rutin” bersedekah agar diberikan “kesehatan” dan “kelancaran rizki”  dll .
Saya ingat saat itu , saya dirumah bersama anak laki2 saya , saat saya berjalan telapak kaki kiri saya berkecipak seperti ada airnya  , “mula2” saya tidak merasakannya ,  tapi anak laki2 saya menunjukkan lantai penuh bercak darah ,  akhirnya saya liat ketelapak kaki kiri saya , penuh bercak darah dan lubang2 , saya tidak akan ceritakan bagaimana penderitaan keluarga dan diri saya atas penyakit tersebut ,  yang pasti Pasca dari Rumah Sakit ,  tubuh saya kecil , kurus , saat itu saya hanya berbaring dikamar saja ,  belum kuat berjalan , mengangkat gelas , dan saya ingat saat ingin mendapatkan cahaya matahari , saya berjalan berpegang pada istri sambil bawa kursi  di  depan rumah ,  saya “duduk” di kursi sekitar 60 menit , saya sdh tidak kuat duduk , saya memandang pagar saya , yang jaraknya 5m , saya merasa itu terlalu jauh bagi saya , saya berjalan 2 m , dan berhenti cukup lama , sampai saya mikir kalo ada mobil lewat pasti dibel2 , karena istri sdh brgkt kerja dan saya sendirian , saya ingat 3 bulan msh blm pulih , jadi tidak bisa kerja , zonk , disini saya baru ingat bahwa saya blm memikirkan “passive income” yang akan dibutuhkan setiap manusia jika dia sudah berhenti bekerja ataupun dipaksa berhenti bekerja karena sakit ataupun sebab sebab yang lain ,  ini bagian terbaiknya , saya saluut akan kesabaran dan ketabahan istri saya dan seluruh anak2 saya ,  bahkan saya secara khusus berdoa kepada Allah “bahwa saya tidak rela istri dan anak2 saya disentuh api neraka apapun alasannya , atas kesabaran kepada saya dan segala kerepotan dan keruwetan yang terjadi karena saya sakit, dan saya akan merelakan diri saya untuk ganti / menebus dosa-dosa mereka di Neraka”  , sebagai seorang laki2 , kepala keluarga tentunya tidak rela pemberian nafkahnya tersendat dengan alasan apapun ,  disini saya bersentuhan dgn kebesaranNya ,  saya bisa diel 2 buah “transaksi” sewa gudang di Tulangan dan Sewa Ruko di  Pondok Jati ,  saya tidak ketemu si pembeli , hanya via telpon saja , dan saya atur penjual via telpon aja ,  akhirnya mereka bertemu “sendiri” ,  “belum diel” , saya komunikasi dengan pembeli via telpon sampai akhirnya “DEAL” ,  akhirnya ada sms dari pemilik gudang dan ruko , saya disuruh kirim no.rek bank saya , dan “transferannya masuk” , Alhamdulillah… , saya bisa ngasih nafkah keluarga saya total sekitar 5 juta saya dapat transferannya , pdhal logika saya , kadang2 saya ikut berproses aja bisa gagal , tapi kali ini “Allah SWT” sengaja menjaga transaksi saya “khusus” buat saya agar semakin yakin akan “kebesaranNya”
Jadi teman2 selama hidup tetaplah bersemangat , karena kebesaranNya ada dimana mana , dan Dia dekat serta Maha berkasih sayang
NB. saya juga menyadari bahwa untuk yang saya anggap “ajaib” mungkin teman2 sdh biasa melakukannya dengan “sukses” malah dengan hasil yang berlimpah , saya maklum , hehehe karena kadang2 definisi “keajaiban” seperti sulap / magic itu adalah sudah terlatih atau tidak , tapi tetap saya merasa kalo berhasil itu atas kemurahanNya dan kalo “gagal” itu kesalahan kita sendiri untuk belajar menjadi “pribadi yang lebih baik atau mencoba cara lain untuk berhasil”

 

Untunglah hidup itu tidak seperti dalam game ciptaan manusia

Saya baru download game “Money Race” tentang mengatur cashflow ,  hampir mirip dengan permainan “cashflow” dari robert kiyosaki , dalam moneyracebentuk yang lebih sederhana , untuk melatih kecerdasan finansial saya , mula2 dipilihkan sebuah profesi , dengan gaji dan pengeluaran2nya utk pajak , belanja sehingga ada gaji bersih yang bisa dibawa ke rumah utk saving (tabungan) , diberikan random kondisi / peluang seperti dipecat dari pekerjaan atau diberi promosi dan kenaikan gaji , ada kesempatan pembelian properti / saham , amal2 , penambahan anak sehingga menambah pengeluaran yang lgsg dipotongkan ke gaji ,  target permainan adalah kita bebas secara finansial , yaitu saat hasil  investasi kita mampu membackup seluruh pengeluaran bulanan kita ,  mula2 sangat sulit utk bebas finansial , karena saya harus belajar dulu instrumen investasinya , setelah beberapa kali bangkrut karena miss managemen dan salah mengenali instrumen investasi serta kebiasaan di kehidupan nyata terbawa di permainan simulasi game itu , sehingga berkutat saja dan sulit bebas finansial , setelah tahu intinya , saya bisa tau mana peluang yang harus saya tangkap ataupun tidak , walaupun kondisi keuangan mencukupi ,  dan bersabar menabung dulu menunggu sampai ada peluang yang lewat dan jumlahnya sesuai dengan 50% tabungan kita .
Ada poin2 penting yang saya dapat , yaitu :

  1. Pemasukan uang bulanan itu penting untuk membackup segala pengeluaran
  2. Uang cash itu penting dalam jumlah yang memadai untuk mengcover keadaan darurat agar tidak macet segala aktivitas usaha ataupun rumah tangga
  3. Bersabar menabung sambil menunggu peluang yang bagus yang sesuai dengan kondisi keuangan , dan investasikan setengahnya saja karena sisanya untuk ketahanan ekonomi kita , jangan dihabiskan untuk investasi karena tidak semua instrumen investasi liquid atau bisa dijual / dicair kan mendadak / dalam waktu cepat

Ada saat sulit yaitu baru bermain giliran ke 2 , keluar kondisi perampingan pegawai / dipecat , padahal uang cash cuma 2000$ dan pengeluaran tiap bulan -1500$ , jadi giliran ke 5 sdh dinyatakan bangkrut dan game over.
Nah , bagian ini dalam kehidupan nyata yang tdk bisa disimulasikan oleh Game tersebut , dimana saat sulit ada Kebesaran Nya , kadang2 : ada teman atau saudara yang membantu / dapat rejeki mendadak dll
kadang2 malah kesulitan itu yang membuat seseorang jauh lebih sukses dibandingkan saat kehidupannya biasa saja belum diterpa badai kehidupan.
Alhamdullillah

Memahami takdir agar terus berusaha dan tidak mudah putus asa menurut cara pandang saya

Ini merupakan kisah nyata saya saat menjual property , saat itu property A adalah property yang takdirmemenuhi kriteria “Hot Deal (dibawah pasar)” , promosi via offline dan online saya tebar , lebih dari 8 calon buyer saya antar surve lokasi , saat itu ada sekitar 3 property lainnya dalam listing saya yang bukan menjadi “fokus” saya karena harganya jg sedikit diatas “pasar” , setelah hampir 2 bulan belum laku , saya sempat berpikir “kondisi ekonomi yang sulit” atau “harganya masih kemahalan” jadi pikiran saat itu me”mentahkan” analisis saya sebelumnya “jadi gak Pede” , akhirnya saya ambil keputusan untuk fokus promosi gencar ke seluruh listing, yaitu 4 property saya itu, ternyata salah satu diantara yg ke 3 , yaitu property B ,  mulai ada yg ngebel , surve dan cocok dalam waktu 2 minggu , transaksi , bulan depannya baru property A , “laku” , setelah saya pikir2 , mungkin dilauh mahfuz tertulis bhawa property A dan B itu berjodoh dan laku ditangan saya , dan urutannya adalah “B” dulu baru kemudian “A” , padahal dengan ketidaktahuan saya , dengan mengandalkan “logika” saya , seharusnya Property “A” yang “hot diel” seharusnya laku dulu , dan yang jadi bahan doa saya juga prioritasnya adalah “A” laku , jadi dari sana saya mendapatkan pemahaman baru , bahwa “doa” akan terjadi bila “sesuai/jodoh” dengan catatan takdir kita di “lauh mahfuz” , bila belum dijawab , mungkin bukan itu yang diberikan (diganti/ terima yang lain dulu sesuai urutan) karena tidak “sesuai” , bisa juga tidak diberi karena bukan “jodoh” kita , jadi keep fighting dan jangan lupa ber”investasilah” untuk masa tua “bahagia” dan “sejahtera”