Dissabilitas “mulia”

Sudah kayak rutinitas , saat surve lokasi property , biasanya saat makan siang , saya mampir ke Warung untuk makan siang , saat itu saya lagi tdamampir ke Warung Bakso , saat selesai makan , ada seorang anak disabilitas / penyandang cacat tuna rungu , membeli bakso dengan bahasa isyarat ,  karena saya jg sedang membayar dan saya lihat uang yang diserahkan anak tersebut kurang dari harga 1 porsi Bakso ,  jadi sy bilang ke tukang baksonya “Pak , anak itu uangnya kembalikan , saya yang bayar ” , oleh tukang bakso , uangnya dikembalikan ke anak tsb , “Hal yang unik , terjadi ” , anak itu menggeleng2kan kepala , tdk mau menerima uangnya kembali , dan dia memandang ke saya , sambil melambaikan tangannya untuk menolak pemberian saya .
Akhirnya uang saya dikembalikan oleh tukang bakso tsb , saya sampai tidak habis pikir , melihat keadaannya yang mengundang belas kasihan bagi yang memandang , seandainya menerima pemberian saya pun , setiap orang pasti akan maklum  , tapi dia menolaknya , entah apa yang ada di pikirannya , tapi interprestasi saya tentang anak tersebut seperti ini

  1. Mungkin dia merasa dia saat itu ga butuh dan dia menganggap banyak orang  yang lebih membutuhkan
  2. Dia tidak membutuhkan pertolongan manusia , karena Tuhannya sudah menjaminnya , Yang Maha Kaya
  3. Anak ini memiliki “kemuliaan” seandainya dia tidak mampu tangan diatas tetapi tidak mau tangan dibawah

Yang pasti ini , yang dimaksud dalam Al Quran ” Orang fakir yang tidak mau meminta minta ” dan merasa cukup dengan karunia Nya
Semoga anak tersebut senantiasa diberi pertolongan oleh Allah SWT, amien ya Rabb

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *