Kesempitan itu mengurangi “sedekah” tapi meninggikan derajat “sedekah” dan melipatgandakan “ganjarannya”

Saat – saat “sempit” atau “kekurangan” sebenarnya hal yang biasa dalam liku2 manusia , silih berganti , sesuai kehendakNya , kadang yang menyedihkan adalah saat “kita” mengurangi “target shodaqoh kita / zsempitakat kita ” menjadi semakin “sedikit nilainya” dan untuk “sedikit” orang saja , padahal karena sdh biasa dilakukan sehingga merasa dengan “kesempitan” maka “kemanfaatan” berkurang , padahal bukan itu yang di inginkan “Allah SWT” , shodaqoh yang dikeluarkan saat “sempit” atau “kekurangan” adalah shodaqoh yang derajatnya lebih “tinggi” dibanding saat berkelapangan karena pelakunya pasti orang yang “sabar”¬† , karena kecintaan pada harta¬† saat “sempit” betul2 besar dan apabila tetap memberikan “pinjaman yang baik” kepada Allah SWT , tentunya akan lebih berlipat ganda “investasi” kita itu disisi Nya , terserah “Allah SWT” mengganjarnya kepada kita , jadi “kesempitan” mampu melipat gandakan amal yang dikeluarkan¬† , jadikan “kesempitan” sebuah kesempatan untuk mendekat pada Nya , karena “kelapangan” pasti akan mendatangi kita setelahnya untuk kita “syukuri”

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *