Menggunakan medsos untuk ladang amal

Media sosial sebagai wadah selalu bersifat netral , penggunanyalah yang membuatnya menjadi positif / negatif , ada yang menggunakan untuk bekerja sosmedseperti berpromosi dll , ada yang menggunakan untuk menambah teman , bahkan tidak sedikit yang menggunakan untuk berdakwah , hal2 itu merupakan contoh penggunaan media sosial sebagai penyaluran kegiatan positif atau amal kebaikan , dan ada juga yang menggunakannya sebagai media aktualisasi diri menunjukkan pencapaian/kesuksesan , kasih sayang ataupun perjalanan ke luar negri ataupun tempat wisata , menunjukkan kebaikan2nya seperti shodaqoh dll , ada juga yang mengkultuskan pemimpin yang didukungnya dan mencaci orang yang berbeda paham dengannya , menganggap bahwa pemimpin lain pasti lebih jelek , kalo ada kesalahan di idolanya dia mengganggap bahwa yang lain malah lebih parah , bahkan ada juga petugas2 cyber untuk menggiring opini ataupun menghancurkan citra orang lain sesuai pesanan ataupun yang berbeda prinsip , dll.
Memang berat berbicara tentang iman saat nafsu dan logika memegang kendali , tapi saat akan meregang nyawa , semua hijab yang menutup mata terlepas , saat itulah makna surat Al Ashr , terbukti , ” bahwa sesungguhnya semua manusia itu berada dalam keadaan merugi kecuali dia termasuk mereka yang selalu beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran ” . Saat saya berpikir bahwa bagaimana Allah SWT mampu menghisab manusia , dgn menutup mulutnya dan kaki tangannya menjadi saksi , bumi yang dipijak juga , ternyata kemajuan teknologi dengan internetnya , semakin menguatkan cara hisab pada manusia , sekarang “prilaku buruk” manusia juga ikut didokumentasikan oleh sosial medianya , bahkan kadang2 mencari cacat / dosa orang lain semakin mudah ditelusuri dengan adanya sosial media tsb , bahkan terdapat lahan baru pekerjaan yang dilakukan para kalangan melek cyber untuk membersihkan jejak2 negatif seseorang di dunia online ataupun menciptakan citra seseorang sesuai skenario yang diinginkan , baik / buruk , media sosial adalah salah satu bukti perbuatanmu yang akan menambah amal/dosamu , dalam zaman apapun , hadits nabi Muhammad SAW tetap berlaku
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
Sumber: https://muslimah.or.id/5118-bicara-baik-atau-diam.html

Seperti ucapan sayidina Ali berikut :
”Seseorang mati karena tersandung lidahnya
Dan seseorang tidak mati karena tersandung kakinya
Tersandung mulutnya akan menambah (pening) kepalanya
Sedang tersandung kakinya akan sembuh perlahan.”

Sumber: https://muslimah.or.id/5118-bicara-baik-atau-diam.html

Jadi
‘Hiduplah semaumu, tapi ingat bahwa akhirnya kamu akan mati
Cintailah siapapun, tapi ingat pada suatu saat kamu akan berpisah dengan yang engkau cintai itu
Berbuatlah sekehendak hatimu, tapi ingat kamu akan menerima balasannya.’
Semoga sosial media adalah salah satu bukti yang tertulis pada kitab yang diberikan ditangan kanan kita saat di Mahsyar nanti. Amien Ya Rabb

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *