Menggunakan medsos untuk ladang amal

Media sosial sebagai wadah selalu bersifat netral , penggunanyalah yang membuatnya menjadi positif / negatif , ada yang menggunakan untuk bekerja sosmedseperti berpromosi dll , ada yang menggunakan untuk menambah teman , bahkan tidak sedikit yang menggunakan untuk berdakwah , hal2 itu merupakan contoh penggunaan media sosial sebagai penyaluran kegiatan positif atau amal kebaikan , dan ada juga yang menggunakannya sebagai media aktualisasi diri menunjukkan pencapaian/kesuksesan , kasih sayang ataupun perjalanan ke luar negri ataupun tempat wisata , menunjukkan kebaikan2nya seperti shodaqoh dll , ada juga yang mengkultuskan pemimpin yang didukungnya dan mencaci orang yang berbeda paham dengannya , menganggap bahwa pemimpin lain pasti lebih jelek , kalo ada kesalahan di idolanya dia mengganggap bahwa yang lain malah lebih parah , bahkan ada juga petugas2 cyber untuk menggiring opini ataupun menghancurkan citra orang lain sesuai pesanan ataupun yang berbeda prinsip , dll.
Memang berat berbicara tentang iman saat nafsu dan logika memegang kendali , tapi saat akan meregang nyawa , semua hijab yang menutup mata terlepas , saat itulah makna surat Al Ashr , terbukti , ” bahwa sesungguhnya semua manusia itu berada dalam keadaan merugi kecuali dia termasuk mereka yang selalu beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran ” . Saat saya berpikir bahwa bagaimana Allah SWT mampu menghisab manusia , dgn menutup mulutnya dan kaki tangannya menjadi saksi , bumi yang dipijak juga , ternyata kemajuan teknologi dengan internetnya , semakin menguatkan cara hisab pada manusia , sekarang “prilaku buruk” manusia juga ikut didokumentasikan oleh sosial medianya , bahkan kadang2 mencari cacat / dosa orang lain semakin mudah ditelusuri dengan adanya sosial media tsb , bahkan terdapat lahan baru pekerjaan yang dilakukan para kalangan melek cyber untuk membersihkan jejak2 negatif seseorang di dunia online ataupun menciptakan citra seseorang sesuai skenario yang diinginkan , baik / buruk , media sosial adalah salah satu bukti perbuatanmu yang akan menambah amal/dosamu , dalam zaman apapun , hadits nabi Muhammad SAW tetap berlaku
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
Sumber: https://muslimah.or.id/5118-bicara-baik-atau-diam.html

Seperti ucapan sayidina Ali berikut :
”Seseorang mati karena tersandung lidahnya
Dan seseorang tidak mati karena tersandung kakinya
Tersandung mulutnya akan menambah (pening) kepalanya
Sedang tersandung kakinya akan sembuh perlahan.”

Sumber: https://muslimah.or.id/5118-bicara-baik-atau-diam.html

Jadi
‘Hiduplah semaumu, tapi ingat bahwa akhirnya kamu akan mati
Cintailah siapapun, tapi ingat pada suatu saat kamu akan berpisah dengan yang engkau cintai itu
Berbuatlah sekehendak hatimu, tapi ingat kamu akan menerima balasannya.’
Semoga sosial media adalah salah satu bukti yang tertulis pada kitab yang diberikan ditangan kanan kita saat di Mahsyar nanti. Amien Ya Rabb

 

Bagaimana menyikapi musibah atau karunia yang kita terima

Musibah atau karunia seperti  dua sisi mata uang yang pasti akan diterima oleh manusia ,  baik hal itu merupakan akibat dari amal perbuatannya karuniamusibahsendiri ataupun pemberian dari Allah SWT ,  kebanyakan manusia tidak sabar jika ditimpa musibah dan sangat senang diberi karunia , bila ditimpa musibah , hatinya berkata “Allah SWT sedang menguji aku” , “sedang menegurku” atau malahan “membenciku” , bila mendapatkan karunia atau kesenangan , hatinya berkata “Allah menyayangiku”, “Allah SWT menerima semua amal baikku dan menggantinya dgn kesenangan ini” , ataupun  “Merasa bahwa pasti Allah SWT selalu mengijabahi apapun yang kita inginkan”.
Menurut apa yang saya rasakan , KeGaiban ilmu Allah , sebaiknya berhati hati dalam mendapatkan apapun dalam kehidupan baik musibah maupun karunia ,  karena kedua hal tersebut juga berpotensi untuk menjerumuskan manusia dan selalu memohon kepada Allah SWT agar senantiasa bisa berjalan di jalan Nya yang lurus. Senantiasa kembangkan sikap , sabar , ridho , syukur dan Husnuzdzhon pada Allah SWT , dan gunakan kejadian apapun sebagai sarana untuk mendekatkan diri padaNya. Susah dan senang di dunia itu sementara , tetapi salah menyikapi keduanya mampu menyeret manusia ke Neraka , Naudzubilah

Berharap pada Sedekah ??

Sangat banyak perintah untuk “bersedekah” didalam Al Quran , diantaranya saya cuplikkan disini
“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” (QS. Al Baqarah:265)

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebasedekahgian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al Baqarah:267)

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah:271) (Simak juga QS. Al Baqarah: 272, 273,274. QS. Ali Imran: 133-134, QS. An Nisa:114. QS. Al Lail:5-8)
Mengenai pelipat gandaan pahala sedekah pada surat Al An’am 160 sbb :

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

Menurut saya , kebanyakan Orang berusaha mendikte Allah SWT dengan sedekahnya agar membalas sesuai keinginan mereka termasuk juga pelipatgandaan pahala sedekah dimaknai dengan “salah” maka Allah akan mengganti sedekahnya minimal 10x lipat dalam bentuk “uang” , bila sedekah Rp. 10.000,- maka dalam hati kita sudah beranggapan “sebentar lagi Allah SWT akan mengirimkan Rizki berupa Uang Rp. 100rb (10x lipat) ” , karena beberapa orang mengalaminya  (padahal itu sebagai pembuktian atas “Kebesaran Nya”) yang kadang2 terjadi , ternyata hal itu tidak terjadi pada mereka , sehingga mereka kecewa dan yang lebih parah jika beranggapan “Bahwa Allah tidak menepati janjiNya” , naudzubillah.
Sobat , Allah SWT Rabb kita , pencipta kita , yang lebih mengetahui diri kita dibanding kita sendiri atau bapak/ibu kita , apa yang kita butuhkan , dosa2 kita , masalah2 yang bakal menghadang , pertolongan2 yang akan disiapkan , jadi please , jangan menganggap Allah SWT berpikir seperti kita yang terbatas dan tidak sempurna.
Dan jangan memandang “remeh” betapa detil Allah SWT dalam menerima amal seseorang salah satunya “sedekah”, dengan menggunakan “filter” diantaranya
1. Dari harta yang halal saja ,  seandainya 1 ton kapas saat dikemas ada 0,0025 gram bukan kapas , pasti Allah SWT tau dan Allah SWT maha suci hanya menerima dari yang baik dan halal saja
2. Dari “niat” apakah murni “karena Allah” atau ada “sekutunya” (riya’)
3. Pasca “beramal” adakah ujub disana ? Apakah menyebut2 amalnya saat marah / kecewa / berbangga
Jadi sudah selayaknya jika kita wara’ (berhati – hati) dalam beramal dan senantiasa berdoa agar Allah SWT menerima semua amal kita dan memperbaiki diri kita setelah berMuhasabah , dan membersihkan hati kita dari sifat sifat tercela Riya’ dan Ujub .
Kemudian ketahuilah rizki / karunia itu tidaklah selalu berupa “uang” bisa saja berupa penghapusan dosa (sehingga berkurang dosanya) , kemudahan (bertemu teman / lembaga yang bisa membantu ) , sembuh dari penyakit , bertemu jodoh , ditolak bala’ (musibah) yang akan datang dll , yang semua itu atas sepengetahuan Nya dan dalam Ilmu Nya.
Jadi boleh saja kita berdoa agar sedekah kita bisa menyelesaikan masalah kita sesuai kehendak kita , tapi mengenai hasilnya pasrahkan kepada Nya , bila kehendak Nya sama dengan kehendak kita , pasti akan terjadi pertolongan sesuai keinginan dan kalo tidak , pasti akan terjadi pertolongan sesuai kebutuhan kita yang tidak kita sadari yang menurut “Allah SWT” lebih urgent
Semangat Bersedekah !!!

 

 

Bisa karena biasa

Kalo kita mencari alamat seseorang baru pertama kali , tentunya butuh waktu lama, bertanya2, kesasar dan kadang2 ga ketemu , sehingga harus bisadiulang besoknya . Tapi setelah ketemu , kunjungan kedua dijamin lebih cepat waktu menemukannya , ketiga , keempat akan semakin cepat , knp karena kita sudah tau “target”nya dan sudah “terbiasa” , jadi pede  dan tidak ragu2 sama sekali dalam melangkah , dan kalo diaplikasikan dalam kehidupan , seharusnya kita punya dulu gambaran yang akan kita cari / impian kita , setelah itu tinggal menyesuaikan aktivitas kita yang akan semakin mendekati impian kita ,  perjalanan kita tentu akan dipenuhi “kesuksesan/kegagalan” , “frustasi/bangkit lagi ” , “kekecewaan / kebahagiaan” dll emosi  yang selalu menyertai dalam setiap perjalan menuju impian , tapi jangan salah , semua itu perlu untuk pertumbuhan pribadi kita  , kita akan menemukan banyak cara untuk tidak berhasil , dan merubahnya menjadi cara lain ,  terus menerus kita lakukan hal itu , sehingga tidak terasa kita sudah menjadi pakar yang ahli dalam bidang kita , kadang untuk mendapatkan reaksi apapun atas action kita , sudah mampu kita prediksi , itulah kekuatan dari “kesabaran” dan “keuletan atau istiqomah” , tidak ada pencapaian yang dibangun dalam semalam , semuanya harus melewati proses , seperti sebuah jeruk untuk mendapatkan “sari jeruk” , harus dikupas dulu kulitnya , kemudian diperas / digencet sehingga keluar sari jeruk yang kita sukai , harus bersedia melalui “kesakitan” sementara untuk menuju ke impian kita , jadi “ketekunan” salah satu faktor dari “sukses” , mau “sukses” harus punya itu dan yang lain – lain tentu saja , karena ramuan “sukses” tiap orang berbeda kadarnya tapi unsur2nya selalu “sama”

Kesempitan itu mengurangi “sedekah” tapi meninggikan derajat “sedekah” dan melipatgandakan “ganjarannya”

Saat – saat “sempit” atau “kekurangan” sebenarnya hal yang biasa dalam liku2 manusia , silih berganti , sesuai kehendakNya , kadang yang menyedihkan adalah saat “kita” mengurangi “target shodaqoh kita / zsempitakat kita ” menjadi semakin “sedikit nilainya” dan untuk “sedikit” orang saja , padahal karena sdh biasa dilakukan sehingga merasa dengan “kesempitan” maka “kemanfaatan” berkurang , padahal bukan itu yang di inginkan “Allah SWT” , shodaqoh yang dikeluarkan saat “sempit” atau “kekurangan” adalah shodaqoh yang derajatnya lebih “tinggi” dibanding saat berkelapangan karena pelakunya pasti orang yang “sabar”  , karena kecintaan pada harta  saat “sempit” betul2 besar dan apabila tetap memberikan “pinjaman yang baik” kepada Allah SWT , tentunya akan lebih berlipat ganda “investasi” kita itu disisi Nya , terserah “Allah SWT” mengganjarnya kepada kita , jadi “kesempitan” mampu melipat gandakan amal yang dikeluarkan  , jadikan “kesempitan” sebuah kesempatan untuk mendekat pada Nya , karena “kelapangan” pasti akan mendatangi kita setelahnya untuk kita “syukuri”

“Ilmu” pengantar sukses didunia dan diakhirat

Sebelumnya mari kita awali dengan beberapa kata mutiara dari Imam Ali bin abi thalib tentang kelebihan ilmu dibanding harta
“Harta bila diberikan berkurang , Ilmu bila diberikan semakin bertambah”
“Pemilik  menjaga Harta , Ilmu menjaga pemiliknya”

Dalam Alquran juga ada beberapa ayat yang mewajibkan setiap muslim untuk menuntut ilmu , diantaranya

 يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)
dan hadis Nabi , sbb :

اطْلُبُوْا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْد
“Carilah ilmu sejak bayi hingga ke liang kubur.”
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَ الأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ  أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
“Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya ; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula”. (HR. Bukhari dan Muslim)

مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
Artinya : ”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (HR. Turmudzi)

مٍطَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam” (Riwayat Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ibnu Abdil Barr, dan Ibnu Adi, dari Anas bin Malik)

مَْن سَلَكَ طَرِْيقًا َيلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا ِإلىَ اْلجَنَّةِ (رواه مسلم

Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga (HR Muslim)

Manusia itu memang beragam , sifatnya , keinginannya , kemauannya , kemampuannya , kesukaannya, takdirnya , oleh karena itu Allah memberikan ilmu sesuai keadilanNya pada manusia , menurut takarannya seperti juga ujian / cobaan hidupnya. Dengan mewajibkan “menuntut ilmu” dan menyerahkan kadarnya kepada masing = masing individu , maka manusia bisa mendapatkan “ilmu” sesuai keinginannya , tapi anehnya kadang2 manusia cuma membatasi bahwa ilmu itu menjadi kotak2 kecil seperti “ilmu” itu hanya diperoleh dari “sekolah” , “ilmu” saya ya cuma ini  saya ga bisa yang lain ” , dll , kadang2 disadari atau tidak sesungguhnya pikiran2 semacam itu yang mensabotase diri , sehingga tidak mampu hidup dengan “optimal”.

Setiap “manusia” adalah makhluk “kompleks” semenjak lahir sampai dewasa , mempelajari bermacam2 ketrampilan , bahkan saat bayi ,  kesuksesan bisa diukur saat “mampu” dalam mengucapkan “mama”, “papa”, “bapak” ataupun “ibu” , ada perasaan bahagia melihat perkembangan si “Anak” , coba kalo standar pengukuran si bayi dinaikkan bisa “membaca Al Quran” , pasti banyak “orang tua” yang frustasi / merasa “gagal” walaupun mungkin ada juga yang terjadi , karena Allah SWT “sering menunjukkan KebesaranNya” untuk “menaikkan keimanan” orang muslim atau bahkan untuk menarik beberapa Non Muslim yang sudah tertulis di Lauh Mahfus utk mati dalam keadaan Islam (Hidayah)
Seiring bertambahnya waktu , pengetahuan si bayi bertambah dibimbing orang tuanya untuk belajar bicara, merangkak, duduk , berdiri , berlari bersepeda dll , sampai menjadi manusia dewasa seperti kita2 ini , sayangnya setelah “dewasa” , beberapa orang menjadi “malas” bertindak ataupun berpikir , “tidak  termotivasi” ,  suka yang “instan” , suka “berangan2” saja bahwa segalanya akan membaik , mengharapkan pertolongan Allah Semata , Bingung , merasa “sempit” , mudah “putus asa” ,  status “Quo” sulit berubah dan terutama “malas berjuang”.
Untuk orang – orang semacam ini tidak ada yang “menyalahkan” atas pilihan “sikap” yang diambil , tapi karena kita “hidup” tidak sendiri melainkan “bersama” keluarga kita , jadi “apapun” sikap kita akan berimpact pada “keluarga” kita , Sebenarnya “perjuangan” kita itu bukan untuk “diri sendiri” melainkan untuk “istri, anak, orang tua, saudara” ,
dengan motivasi yang lebih “besar” , kita akan lebih “Bergairah”
Bila berkaitan dengan “dunia” , untuk sukses dibutuhkan “ilmu”
Kalo belum bisa “membuat sendiri” mungkin perlu teknik “Copas” atau “ATM, Amati, Tiru dan Modifikasi” ,  Kalo kita punya penghasilan 2 juta/bln  , itu artinya ilmu kita baru nyampe 2jt / bln , kalo merasa nyaman , ya sudah ga usah belajar , nanti aja kalo ada perampingan / kepepet baru mikir , hehe (nunggu sakit beneran), tapi kalo ga puas mau punya ilmu yang lebih tinggi , total penghasilan 10 jt/bln ( mau…mau! ), ingat ga ada yang instan , jadi mula2 siapkan mental dulu  dan kemauan belajar , baru nyari “bisnis” sesuai “hobby/kesukaan” kita , kemudian cari “mentor” sesuai bidang “tersebut” , gali bidang yang akan kita tekuni ini , sesuaikan dengan sumber daya yang kita “punya saat ini” , setelah itu “tekuni” akan “ketemu” rumusan “sukses” anda sendiri bila “pantang menyerah” dan “tidak berhenti” , untuk berapa lama ?? , nah ini pertanyaan yang sulit, “Seorang pakar bisnispun ” bila ada yang berani menggaransi bisa “sukses” dalam waktu 2 “tahun” , pasti berduyun2 orang belajar  tetapi bila “meleset” siap2 menuai “Protes” atau “gugatan” dari orang2 yang “merasa tertipu” atau “ingin uang kembali , kan , lumayan”
Jawaban semacam itu tidak ada , karena berkaitan dengan “takdir” manusia , Hanya “Allah SWT” yang “mampu” menjawabnya
Agar “nyaman” dalam meningkatkan standar diri , buat tujuan yang “mudah” bertahap kenaikannya
Semoga lancar ya
Demikian juga agar “Sukses di Akhirat”
Juga butuh “ilmu Agama” , cara beribadah yang bener , yang sudah diajarkan mulai “SD-SMA” di bidang pendidikan Agama dan kita boleh “menajamkan” ilmu kita dengan “mengaji dan mengkaji” serta mengamati “KebesaranNya” disekeliling kita
Jadikan “Dunia” sebagai “tempat menabur amal kebaikan” dan di “Akhirat” lah tempat “Panen”nya
Jangan mengeluh ,  dunia adalah tempat yang menyenangkan , senang atau sedih berganti ganti ,  puas atau kecewa berselang seling ” , saat “punya masalah pelik” pun , kita tertidur “terlupa tuh” , nanti setelah bangun baru ingat , hehe , sedang bingung / pusing , nyeruput “kopi” lumayan “fresh” , Bayangkan saat di akhirat cuma ada 2 tempat yaitu Neraka ( Susah terus menerus , nangis terus menerus , kesakitan terus menerus, ga pernah berhenti ) atau Syurga ( Senang terus menerus , semua gratis , keliling2 , bahagia terus menerus ).
Pernah ada celetukan “kalo punya hutang saat mati, kan enak , ditengah2 antara Syurga dan Neraka, ga disiksa dan ga senang , mending lho , daripada di siksa , hehe ) , nyoba aja kalo berani , hehehe
Jadi di “dunia” ini “kesempatan” jadi “manfaatkan”
Investasi di “dunia” ini  “fokuskan” pada “Amal Jariyah” , “Ilmu yang bermanfaat” , “Anak yang sholeh” dan amal – amal lain , yang “manfaat/kebaikannya ”  mengalir kepada “kita” saat di “kubur” dan di “akhirat” nanti , disanalah tempat “Kembali”
Semoga Kita menjadi Investor di “dunia” dan “diakhirat” , amien YRA

Berita itu seharusnya netral !!

beritaKalo buka facebook akan sering disuguhi informasi dari beberapa media berita online yang memberikan informasi dengan dua persepsi  yang berbeda dari satu kejadian yang sama persis , sehingga “membingungkan” bagi orang awam , yang belum tau bahwa “media berita” baik online / offline sudah mempunyai “misi” berbeda dalam menyampaikan suatu berita  dari suatu kejadian .
Berita itu “netral” seperti layaknya sebuah “pesta pernikahan” seharusnya situasi yang tergambar adalah “kebahagiaan” , “tawa ceria” ataupun “kesakralan acara” ,  bayangkan seandainya ada tukang photo yang mendokumentasikan , orang yang berdebat didapur (he he) , bagian konsumsi terjatuh saat sibuk membawa makanan ke tamu , karena kakinya terantuk kaki meja (he he) , atau bagian penjaga kotak amplop sedang mengambil 2 amplop dari kotak  ( wah bisa suudzon ini ) , bayangkan apa yang terjadi , kalo “berita” sudah dikotori oleh ketidak “fokus”an atas substansi sebenarnya dari suatu “berita” atau karena “fokus” sesuai pesanan
“Berita” yang tidak “netral” berpotensi untuk merusak dan menimbulkan banyak “konflik” , sehingga rawan “adu domba” maupun “pertentangan”
Dan jangan termakan “Headline” dari suatu berita , karena belum tentu sesuai dengan isinya maupun video yang disertakan , dan jangan “mudah” komen berdasarkan headline , karena “media” sering memprovokasi pembacanya , karena “hujatan” tanpa “pemahaman” itu adalah “fitnah”
Gunakan waktu yang lebih “positif” daripada membaca “berita” yang memprovokasi yang membuat “hidup tidak nyaman” , “penuh ketakutan” dan “memancing kemarahan” , upayakan melakukan tindakan nyata untuk membantu disekitar kita itu lebih baik

Sosmed pisau bermata dua

Sosial media seperti Facebook , Twitter, Instagram dll saat ini keberadaannya bagi sebagian orang sudah sama pentingnya dengan sosmedudara untuk bernafas , kadang sehari tidak melihat status orang lain / menulis status ada yang kurang , hehe .
Momen momen bahagia sering kita dokumentasikan , seakan berbagai kebahagiaan dengan teman teman di dunia maya dan pastinya tidak semuanya alami , kadang fake happiness pun , sering ditampilkan , oleh sosok yang di dunia nyata bukan siapa2 (menurut dia sendiri lho ya ?) sangat berbunga2 , kalo dipikir ya , biar aja , toh , mungkin dia belajar untuk bergaul / berinteraksi , mungkin gagal didunia nyata , jadi melalui dunia maya dulu , dunia yang tidak kelihatan motivasinya selain tulisan bahkan profilpun seringnya fake , sehingga tidak sedikit juga penjahat menggunakan media sosial untuk memperlancar aksinya , mungkin perlu disikapi dengan bijak , penggunaan media sosial , sbb :

  1. Untuk Silaturrahmi berbagi peluang / informasi sehingga bila ada teman yang belum beruntung bisa diberi kesempatan bila mau
  2. Media soft promosi untuk bisnis kita , memperkenalkan siapa diri kita , integritas kita , dan memperluas jaringan kerja / klien
  3. Mengetahui berita teman – teman / lembaga / siapa saja yang sedang butuh bantuan  , membantunya bila sedang ada keluangan rizki dan waktu
  4. Memberi semangat untuk siapa saja yang statusnya “masih belajar”, “gagal/kalah”, “sedang berjuang” / “berusaha” dan memberi “selamat” untuk yang sudah “sukses”

Jadi gunakan medsos hanya untuk sesuatu yang positif saja ,  karena apapun itu bisa menjadi ladang amal ataupun ladang “dosa” , pilihan ada ditangan “kita” sendiri , jadi pilihlah dengan bijak , dan bila merasa blm butuh medsos , kenapa harus ikut2 an , tanpa medsos juga manusia masih bisa hidup kok , jadi gunakan bila perlu aja

Membangun iklan baris massal kendaraan bisnis

iklanmassalSetelah membangun domain dan hosting baru dengan nama http://ekaarikusuma.com/ , yang bertujuan untuk membantu kegiatan promosi online dari kusumajayaproperty , saya membangun 4 situs baru , sebagai media iklan tambahan untuk promosi produk property kami . ke 4 situs tersebut adalah

  1. iklansidoarjo.ultimatefreehost.in (Gratisan)
  2. iklanmassal.ultimatefreehost.in (Gratisan)
  3. cyberpromocms.ekaarikusuma.com
  4. cyberpromomassal.ekaarikusuma.com

Untuk iklan massal , sudah saya link kan ke lebih dari 250 website iklan , sehingga sekali berpromosi , langsung tersebar ke lebih dari 250 website iklan baris secara otomatis , lumayan untuk efisiensi dan efektifitas kerja . Tidak ada yang instan , bahkan mengumpulkan database pembeli , harus sedikit demi sedikit

 

Dissabilitas “mulia”

Sudah kayak rutinitas , saat surve lokasi property , biasanya saat makan siang , saya mampir ke Warung untuk makan siang , saat itu saya lagi tdamampir ke Warung Bakso , saat selesai makan , ada seorang anak disabilitas / penyandang cacat tuna rungu , membeli bakso dengan bahasa isyarat ,  karena saya jg sedang membayar dan saya lihat uang yang diserahkan anak tersebut kurang dari harga 1 porsi Bakso ,  jadi sy bilang ke tukang baksonya “Pak , anak itu uangnya kembalikan , saya yang bayar ” , oleh tukang bakso , uangnya dikembalikan ke anak tsb , “Hal yang unik , terjadi ” , anak itu menggeleng2kan kepala , tdk mau menerima uangnya kembali , dan dia memandang ke saya , sambil melambaikan tangannya untuk menolak pemberian saya .
Akhirnya uang saya dikembalikan oleh tukang bakso tsb , saya sampai tidak habis pikir , melihat keadaannya yang mengundang belas kasihan bagi yang memandang , seandainya menerima pemberian saya pun , setiap orang pasti akan maklum  , tapi dia menolaknya , entah apa yang ada di pikirannya , tapi interprestasi saya tentang anak tersebut seperti ini

  1. Mungkin dia merasa dia saat itu ga butuh dan dia menganggap banyak orang  yang lebih membutuhkan
  2. Dia tidak membutuhkan pertolongan manusia , karena Tuhannya sudah menjaminnya , Yang Maha Kaya
  3. Anak ini memiliki “kemuliaan” seandainya dia tidak mampu tangan diatas tetapi tidak mau tangan dibawah

Yang pasti ini , yang dimaksud dalam Al Quran ” Orang fakir yang tidak mau meminta minta ” dan merasa cukup dengan karunia Nya
Semoga anak tersebut senantiasa diberi pertolongan oleh Allah SWT, amien ya Rabb