Belajar Menerima “Kekalahan”

gagalHati hati , terlalu positif itu juga ga baik , karena akan membuat kita menjadi “invalid” , seperti sering muncul di TV , para calon “gagal” anggota dewan ,  ada yg “stress” , mengambil kembali semua “bantuan” nya selama kampanye , dll
Karena mungkin dana yang sudah dihabiskan “terlalu” besar ataupun mungkin dari “hutang” dll .
Mereka hanya memikirkan “kemenangan” dan tidak siap menghadapi”kekalahan” , entah karena “pembisik”2 yang selalu bilang ke para calon anggota dewan tsb , bahwa beliau tidak mungkin “kalah” ,  mungkin pede karena simpatisannya besar , “ingak , ingak ” ,  anda adalah gula , pasti semut akan memberikan info apapun yang anda inginkan ,  asalkan “manis”nya tetap bisa mereka rasakan , walaupun tidak semua semut begitu , tapi  semua “resiko” anda sendiri beserta keluarga yang akan menanggungnya , bila kenyataan tidak seindah harapan ,  anda tidak bisa menyalahkan siapa siapa selain diri anda sendiri , karena resiko “kalah” selalu ada

Saya sama istri pernah silaturrahmi ke rumah teman istri yang suaminya terpilih menjadi kepala desa , percakapan yang seru , intrik2 politik , biaya yang besar dll yang senantiasa mengiringi Pilkades , ada satu hal , yang saya kagum , istrinya mula2 tidak mendukung , tapi karena kasihan suaminya repot sendiri , dan harus menanggung segala kerepotan dan konsekwensi pada pilkades , dia bertanya kepada si suami , “Sudah yakin , mau ikut ?” , si suami mengangguk , terus dilanjut istrinya ” Kalo kalah bagaimana ? Rugi banyak , tenaga , dana dll , siap ?”
Si Suami bilang ” Gpp , aku sudah ikhtiar , kalo kalah berarti belum jodoh , dan aku jadi orang biasa lagi , ga masalah”
Akhirnya si istri komitmen luar biasa untuk membantu suaminya agar berhasil , itu yang saya bilang menjadi manusia sempurna , mengenal “menang dan kalah” , dan mampu menerima keadaan apapun

Jadi lebih bijaklah dalam “memutuskan” sesuatu termasuk resikonya , sanggupkah kita menanggung resikonya ?? Bila tidak , Ambil aja yang resikonya kecil yang kita sanggup , karena kelihatannya itu keputusan kita sendiri , tapi ada keluarga yang akan ikut menanggung segala konsekwensinya , Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua , aamiiin