Bisa karena biasa

Kalo kita mencari alamat seseorang baru pertama kali , tentunya butuh waktu lama, bertanya2, kesasar dan kadang2 ga ketemu , sehingga harus bisadiulang besoknya . Tapi setelah ketemu , kunjungan kedua dijamin lebih cepat waktu menemukannya , ketiga , keempat akan semakin cepat , knp karena kita sudah tau “target”nya dan sudah “terbiasa” , jadi pede  dan tidak ragu2 sama sekali dalam melangkah , dan kalo diaplikasikan dalam kehidupan , seharusnya kita punya dulu gambaran yang akan kita cari / impian kita , setelah itu tinggal menyesuaikan aktivitas kita yang akan semakin mendekati impian kita ,  perjalanan kita tentu akan dipenuhi “kesuksesan/kegagalan” , “frustasi/bangkit lagi ” , “kekecewaan / kebahagiaan” dll emosi  yang selalu menyertai dalam setiap perjalan menuju impian , tapi jangan salah , semua itu perlu untuk pertumbuhan pribadi kita  , kita akan menemukan banyak cara untuk tidak berhasil , dan merubahnya menjadi cara lain ,  terus menerus kita lakukan hal itu , sehingga tidak terasa kita sudah menjadi pakar yang ahli dalam bidang kita , kadang untuk mendapatkan reaksi apapun atas action kita , sudah mampu kita prediksi , itulah kekuatan dari “kesabaran” dan “keuletan atau istiqomah” , tidak ada pencapaian yang dibangun dalam semalam , semuanya harus melewati proses , seperti sebuah jeruk untuk mendapatkan “sari jeruk” , harus dikupas dulu kulitnya , kemudian diperas / digencet sehingga keluar sari jeruk yang kita sukai , harus bersedia melalui “kesakitan” sementara untuk menuju ke impian kita , jadi “ketekunan” salah satu faktor dari “sukses” , mau “sukses” harus punya itu dan yang lain – lain tentu saja , karena ramuan “sukses” tiap orang berbeda kadarnya tapi unsur2nya selalu “sama”