Cerita Burning Desire saat bermain drum

Saat sekolah di SMP Negeri 9 surabaya tahun 1985-1988 , saya punya teman namanya E ,  dia setiap minggu pagi jam 9 les drum di perumahan babatan kenjeran yang diajar oleh Pak Jimmy eks drumdrummernya Grup Oneway Rock Band  Surabaya , itulah pertama kali saya bersentuhan dengan alat musik drum , karena saya selalu diajak teman saya saat les drum ,  saya duduk aja di depan teman yang sedang berlatih drum ,  dengan modal lihat teman les, saya belajar point2 bermain drum ,  kadang2 tangan dan kaki saya bergerak2 mengikuti gerakan ritme drum ,  yang teman saya dan gurunya tidak tahu , setiap pulang , dirumah saya selalu mencoba gerakan yang tadi diajarkan ke teman saya ,  saya akhirnya berhasil membeli stick pertama , dan mulai saya praktekkan dikursi tamu saya , hehehe , yang menurut saya menyenangkan , bila datang les sebelum jam 9 , teman saya boleh mengiringi lagu2 apapun sesuai kaset (jaman itu blm ada CD) ,  aneh ya ,  pak Jimmy kelihatannya sudah mengerti kalo saya sdh memahami teori bermain drum setelah 5 bulan mengikuti teman saya , hari kebesaran datang saat itu , sedang awal keluarnya lagu sirkuit dari SAS grup , teman saya disuruh mengikuti pake drum lagu tsb , ternyata dia tidak mampu mengikuti lagu dengan speed tersebut , anehnya Pak Jimmy  menoleh ke saya , dan bilang “kamu bisa ? ” , tanpa mikir saya langsung bilang bisa , saya duduk di kursi drum “Saat itu melambungkan kebanggan saya pertama kali duduk di kursi drum menghadap drum seperti teman saya , hehe” ,  dan saya berhasil mengikuti lagu sirkuit tsb walaupun tidak sempurna tapi ketukannya tepat.
Saya dan teman sering di ajak pak Jimmy latihan bersama grupnya , saat di studio mereka main lagu “Breaking The Law” judas priest , permainannya itu yang membuat sampai sekarang saya menyukai lagu tersebut ,  dan pernah juga diajak ke kampusnya  , waktu itu ada grup band temannya sedang latihan , tapi drummernya blm datang , mereka mengajak pak Jimmy naik ke panggung ,  ajaib , tanpa mengetahui lagunya , Pak Jimmy mampu mengiringi dengan “Bagus” , saat turun dari panggung , saya langsung tanya , “Bagaimana cara mainnya pak , kalo tidak tau lagunya ?” , jawab Pak Jimmy “itu feeling , eka, kalo kamu sudah pinter main drum , sudah bermain ribuan kali , pasti juga bisa ”
stlh genap 8 bln teman saya sdh berhenti les , akhirnya lama tidak pernah praktek drum , sampai di SMA Negeri 2 Surabaya ,  kelas 2 , saya membentuk grup Band dengan nama “Fahrenheit”  , dengan teman sekelas , teman saya D , pemain bass sekaligus pemain drum , dialah tentor saya , bermain drum ,  sampai sering  latihan dan mengarang beberapa lagu , pernah lolos di SMADA Open Air dan ikut festival Band di Mojokerto dan sempat pula mengisi di HUT Kemerdekaan RI di kampung saya ( kangen bro , semoga kalian semua sukses dan sehat selalu ya ? ).
Saat Kuliah , ada sebuah Group Band yang sering mengisi di TRS (Taman Remaja Surabaya)  , mendatangi saya , mengajak saya untuk bermain di TRS seminggu lagi karena drummernya tidak bisa , jadi hanya ada waktu latihan 3 kali untuk 9 lagu yang belum pernah saya latih permainan drumnya ,  tantangan itu saya terima , saat latihan ke tiga , 8 lagu saya mampu mainkan dengan baik , ada 1 lagu dari Bon Jovi  , yang menurut saya ketukannya cukup sulit , saya sering terbolak balik senar drum dan bass drumnya , kacau deh , buat ga pede aja , hehe.
Saat di TRS ketakutan saya terjadi 8 lagu bagus , 1 lagu rusak ,  beberapa personil grup tsb membully saya , sambil memberikan fee pentas , saya ingat hanya 2 org personil grup yang tdk menyakiti hati saya ,  dan langsung saya dikeluarkan dari Grup Band tsb ,  Sakitnya tuh disini , hehe , saat itu saya dendam banget sama mereka , harga diri saya tersentuh , saya tahu saya 8 lagu main bagus , 1 main buruk , hanya kejelekan yang dilihat padahal saya bisa membuat alasan latihan cuma 3 x , sedangkan mereka sudah berlatih berbulan2 ,  saya termotivasi dengan tujuan saya , bisa main drum sampai mendapatkan penghargaan dan mampu mengalahkan grup yang telah mengeluarkan saya .
Mulailah perjalanan saya ngelmu belajar drum ke Symphony depan lapangan tambaksari (dulu) , terus ke Dedik (Drummernya Gaspyrogyras / Grup Macan) dan terakhir saya les di Mayura Bratang .
Saat di Mayura karena 1 buku les drum berhasil saya selesaikan dalam 4 pertemuan (30 menit@2 orang) , saya diberitau bahwa saya sdh bisa , ga perlu les lagi , ya sudah , itu proses terakhir saya ngelmu drum ,  dikampung saya , saya membentuk grup Band dengan nama “PLONG” (Pokok e Lak Onok NGerock e) paling suka main lagu “Metallica” , terutama saya pengagum Lars Ulrich (drummernya metallica),  prestasi PLONG adalah  Juara III Festival Band  Akustik Se Jawa Timur di kampus UPB , sejak itu kami sering diundang ke sekolah2 , kampus . Dan pernah menjadi Band  pendamping Grup “Power metal” dan “Blukhutuk”  .
Kuasa illahi , saat ikut Festival Band Akustik , kami sama2 menjadi peserta dengan band yang membuang saya (hehehe) , kami juara mereka belum , dan saat saya turun dari Panggung semua penonton berebut bersalaman dengan saya sambil bilang “Drum drum an e keren mas ” hehehe, Alhamdulillah
Dengan PLONG kami sempat membuat lagu sendiri sebelum vakum dan mengurus keluarga masing2 ,  Kenangan yang tidak terlupakan
#Tonjok musuhmu dengan prestasi
#Membangunkan harimau yang sedang tidur , resiko tanggung sendiri , hehehe