Menganalisis diri berdasarkan Cashflow Quadrant

Konsep CashFlow Quadrant diperkenalkan oleh Robert T Kiyosaki ,  keturunan Jepang Amerika yang cashflowquadransudah Bebas Finansial Pada tahun 1994 , menggolongkan manusia berdasarkan cara memperoleh penghasilannya  ke dalam 4 golongan , yaitu :

  1. Employee (E) / Pegawai
  2. Self Employee (S) / Pegawai Mandiri
  3. Business (B) / Bisnis
  4. Investor (I) / Investasi

Menurut saya , perjalanan saya gonta ganti pekerjaan dari Guru Les sampai bisnis property , masih berkutat dikuadran yang sama yaitu S / Pekerja mandiri , karena saya memiliki karakter “saya pimpin dengan cara saya” , tidak mudah mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain , sedikit perfectsionis ,  dan kelemahannya , semakin banyak job , semakin capek , hehe , karena semua ditangani sendiri
Sedangkan istri saya sebagai PNS , tentunya dari kuadran E sebagai pegawai
Dulu pernah saya memiliki bisnis “Kursus Komputer” sudah menggaji manager untuk mengelola kursus , dengan 6 pengajar serta lebih dari 40 murid ,  saya pikir dulu sudah enak , saya n istri bisa bekerja lain , dan setiap bulan mendapat tambahan dari bisnis saya , ternyata kadang2 dunia tidak seindah harapan kita , manager saya terkena godaan , mementingkan dirinya sendiri , berbohong dll ,  akhirnya saat saya klarifikasi dia sudah melarikan diri sambil membawa uang perusahaan ,  gaji instruktur yang belum dibayar  dll , bikin “Traumatik” , padahal manager tersebut sudah kami beri gaji tetap dan insentif tambahan setiap bulan  , setelah 2 tahun bekerja , menghancurkan apa yang sudah saya n istri bangun,  pengalaman yang berharga berkaitan dengan SDM.
Saya masih  belajar sekarang tentang bisnis sesuai saran Robert Kiyosaki , ga mudah memang , merubah banyak sikap mental dan kebiasaan , karena bisnis yang ideal  adalah tidak dikerjakan sendiri ,  kita merancang system bisnis sendiri dengan mempekerjakan orang-orang ataupun membeli system bisnis (Franchise atau waralaba) .
Demikian juga menjadi investor ,  memiliki uang yang bekerja untuk kita , misalnya rumah sewaan , rumah kos atau saham yang menghasilkan profit bulanan ,  yang uniknya kita bisa memperoleh penghasilan dari ke 4 kuadran , tapi selalu ada resiko juga , demikian juga mendapatkan penghasilan dari masing2 kuadran semua ada resikonya , kalo menurut saya memang semua ada ilmunya ,  setelah memiliki ilmunya dan mampu mengelola resiko dengan baik sehingga tidak membahayakan kondisi finansialnya malah selalu profit  ,  barulah bisa disebut sebagai pakar .
Definisi “Kekayaan” menurut beberapa pakar adalah “Harta yang dimiliki yang mampu menjamin gaya hidup sampai beberapa waktu tanpa bekerja” , jadi bila memiliki tabungan 200juta dengan biaya 5juta / bulan , maka kekayaannya hanya mampu menghidupi sampai 40 bulan
Sedangkan “Bebas Finansial” adalah suatu kondisi dimana asset yang mampu memberikan penghasilan   tanpa bekerja nilainya lebih dari liabilitas / pengeluaran bulanan
Jadi seseorang dengan bisnis yang ditangani orang lain memberikan penghasilan 5 juta / bln , penghasilan dari rumah kos 1 juta/bln dengan pengeluaran bulanan 2 juta/vln bisa dikatakan bebas finansial
Semoga kita semua bisa mendapatkan “Kebebasan Finansial” , amin
#bisa_silaturrahmi_tanpa_diburu-buru_harus_bekerja