Kegagalan kedua , gudang lelang

Kejadiannya sekitar 2012 , ada teman mediator partner saya , mendapat barang berupa gudang dijual di wilayah sukodono , copy sertifikat sdh  dikasihkan saya , harga. Rp. 550jt ,  pemiliknya di surabaya , gudang tersebut dititipkan tetangganya yang lokasinya di samping “gudang” ,   minta bagian yang sama “besar” jika “terjual” , saat  saya konfirm ke tetangganya , poinnya sbb : dokumen beres, pemilik mau ketemu lgsg dinotaris dgn pembeli , harga sdh ga bs diganggu gugat ,  akhirnya saya ajak surve pembeli saya kesana , setelah itu saya dikabari pembeli , bahwa “dia sudah cocok , dan siap ketemu dinotaris” .
Saat Hari H ketemu dinotaris , saya bersama penjual , pembeli dan kedua teman mediator disana . Saat itu pemilik minta dp 100 juta , oleh notaris ditanyakan sertifikat aslinya mana ? ,  kata penjual ada di bank dan dp itu untuk ambil sertifikat asli , tp notaris dgn tegas menolak , akhirnya saya bantu menengahi dgn mengajak pembeli ke bank sekalian agar jelas semua permasalahannya di bank tsb , usul saya diterima oleh semua pihak , dan berangkatlah mereka ke bank , dan  3 jam kemudian sy ditelpon pembeli saya  katanya “Pak Eka, gudangnya itu sertifikatnya sdh tidak ada di Bank , sudah masuk balai lelang , selain itu biaya untuk menebus total sekitar 1 Milyard , jadi kita semua dikerjain penjual , saya tidak sanggup kalo menebus segitu pak , jadi batal aja” , wusssh , hehe, “Gagal maning” . Saya pikir2 pantas “penjual ga mau ketemu , takut ditanya macam2 , ini ternyata “rahasia”nya ” , copy sertifikat yang dikasihkan sebelum sertifikat dimasukkan ke bank , jadi “bersih” ga ada “Roya” nya , asyik sudah ketemu 2  sebab gagal transaksinya , kecewa … , tentu , berhenti , tidak dong , NEXT !!!
#bertemukegagalanberpeluangmenemuikerberhasilan