Tidak ada yang instan , Bahkan mie instan !!

instanSaat kita sedang buntu dalam memecahkan suatu masalah yang menimpa , pasti kita akan mencari – cari solusi tercepat untuk menyelesaikan masalah tsb , kadang – kadang kita mulai mendengarkan orang – orang yang mempunyai masalah yang sama (katanya) ,  tapi sudah melewatinya (sambil mereka berpromosi he he). Yang pasti  ada daya tarik untuk mendengarkan mereka , dan meniru apa yang mereka lakukan agar masalah kita terselesaikan dan parahnya kadang2 secara membuta melakukan apapun yang mereka katakan , suruh keluar duit ini itu dgn harapan …harapan , dan seringnya …KECEWA , dan sudah keluar modal lagi untuk menirunya/mengikuti sarannya  ya kan ?
Tema event yang “bombastis” seperti  “tanpa modal” , “hasil 15juta/bulan dgn bekerja 15 menit / hari ” atau yang lain tapi mirip lah ,
Sebelum memutuskan mengikuti salespage / promo penjualan dari suatu Event ada baiknya , lakukan due diligent ( sebagaimana investor property menilai suatu property ) yaitu :

  •  Teliti dulu penyelenggaranya , siapa , kantornya , reputasinya , dan terutama Googling dulu testimoni peserta serta kegiatannya agar mendapat gambaran lengkap tentang kegiatan tersebut
  • Terutama tanyakan dalam diri sendiri , apakah kegiatan ini bisa membantu kita ? jika ada komitmen keuangan sbg biaya disaat sulit ini , sanggupkah kita menanggungnya ? Jika gagal dan tidak ada efek apapun pada kita , bagaimana ?? dan seringnya hal terakhir ini yang terjadi , karena kitanya belum siap baik knowledge , mental maupun materialnya ,  hehe

, karena untuk bisa sukses dalam suatu bidang yang terhitung baru , tidak ada rumus instan , harus belajar dulu , ada rugi rugi dulu , baru untung , keluar biaya lagi , biaya lagi , butuh waktu dan semua hal itu tidak bisa diganti dengan uang seberapa banyakpun .
Bukan menakut-nakuti , karena pasti ada yg bilang “buktinya Si A , bisa sukses setelah ikut workshop/event/cara  C” ,   jangan diterima dulu pendapat tersebut , karena kita tidak tau si “A” itu siapa , bagaimana backgroundnya , dan bisnis itu kadang2 bisa berhasil utk seseorang tapi kadang2 tidak , dan itu yang tidak dipublish di iklan seperti “Bisnis ini bukan skema cepat kaya” , “Keberhasilan tergantung kepada usaha seseorang ” , seperti kemasan rokok yang tertulis “merokok membunuhmu” , yang mengingatkan bahwa selalu ada resiko dalam setiap tindakan kita.
Kalo sudah mengikuti “jangan disesali” minimal sdh dapat ilmu atau tau bahwa sesuatu itu bisa dilakukan malah kalo bisa buktikan bahwa hal itu bisa terjadi pada kita , biar ga rugi , karena kalo kita selalu berfikir , hal itu investasi diri , mencari ilmu , kalo menurut saya , kok tidak ya ? , kita membeli buku , mendengar audio motivasi , video ikut seminar/workshop ,  dengan tema bermacam2 , itu liabilitas ? , sorri , buang duit , karena fokus itu perlu utk sukses , tidak perlu banyak cara , banyak gaya , banyak mikir , yang penting  “kuasai 1 jurus , dilatih 1000 kali” (Bruce Lee)
Bahkan mie instan juga ga instan kok , perlu beli dulu , buka plastiknya , nyalakan kompor dll  sampai tersaji dan siap dimakan , jadi Halooo ! apalagi mengatasi masalah dalam kehidupan ?
Jadi resepnya Bila kena masalah , jangan kalut , tenang , mendekat pada Allah SWT , Sedekah  , berpikir , minta saran2 utk solusi yg “gratisan” dulu ke ortu , saudara , teman yg support lho ya , jangan yang “memusuhi” kita  atau “googling”  hehe, diam dulu kadang kalo bergerak ngeluarin duit lagi , hehe  , sdh itu aja dulu