Memahami takdir agar terus berusaha dan tidak mudah putus asa menurut cara pandang saya

Ini merupakan kisah nyata saya saat menjual property , saat itu property A adalah property yang takdirmemenuhi kriteria “Hot Deal (dibawah pasar)” , promosi via offline dan online saya tebar , lebih dari 8 calon buyer saya antar surve lokasi , saat itu ada sekitar 3 property lainnya dalam listing saya yang bukan menjadi “fokus” saya karena harganya jg sedikit diatas “pasar” , setelah hampir 2 bulan belum laku , saya sempat berpikir “kondisi ekonomi yang sulit” atau “harganya masih kemahalan” jadi pikiran saat itu me”mentahkan” analisis saya sebelumnya “jadi gak Pede” , akhirnya saya ambil keputusan untuk fokus promosi gencar ke seluruh listing, yaitu 4 property saya itu, ternyata salah satu diantara yg ke 3 , yaitu property B ,  mulai ada yg ngebel , surve dan cocok dalam waktu 2 minggu , transaksi , bulan depannya baru property A , “laku” , setelah saya pikir2 , mungkin dilauh mahfuz tertulis bhawa property A dan B itu berjodoh dan laku ditangan saya , dan urutannya adalah “B” dulu baru kemudian “A” , padahal dengan ketidaktahuan saya , dengan mengandalkan “logika” saya , seharusnya Property “A” yang “hot diel” seharusnya laku dulu , dan yang jadi bahan doa saya juga prioritasnya adalah “A” laku , jadi dari sana saya mendapatkan pemahaman baru , bahwa “doa” akan terjadi bila “sesuai/jodoh” dengan catatan takdir kita di “lauh mahfuz” , bila belum dijawab , mungkin bukan itu yang diberikan (diganti/ terima yang lain dulu sesuai urutan) karena tidak “sesuai” , bisa juga tidak diberi karena bukan “jodoh” kita , jadi keep fighting dan jangan lupa ber”investasilah” untuk masa tua “bahagia” dan “sejahtera”