Mengenali perasaan “down” dan solusinya

 

Sebenarnya sebagai manusia wajar saja kalo mengalami perasaan lagi “DOWN” ,  setelah downberkali2 berusaha belum ada hasil atau kegagalan akut , kadang2 mendapatkan “masalah” yang menghantam seperti palu “Thor” bahkan seakan2 ga bisa bangun lagi enak pingsan aja , sayangnya saat sadar , masalahnya masih ada . dll.
Berikut beberapa gejala “DOWN” yang umum terjadi pada manusia , diantaranya

  • Memandang orang lain selalu lebih hebat
  • Kalo mendengar musik “melo” langsung airmata “menetes – netes”
  • Pemarah
  • Sering salah paham , orang berkata apapun terdengar menghina dan  selalu  sakit hati
  • Pendendam
  • Melakukan sesuatu selalu merasa inferior dan tersisihkan , dan merasa bahwa ada label “gak penting” di jidatnya  , sehingga semua orang tidak menghormatinya

dalam kondisi akut bisa menjadi “depresi” dan “gangguan kejiwaan”.
mungkin gejalanya banyak ya , tapi jika merasa ada salah satu yang terjadi dalam diri kita , kita harus cepat2 membetulkan “perspektif” kita yang salah tentang “diri” kita
Diantaranya menurut saya :

  • bila “kegagalan” pada pekerjaan anda , bukan berarti anda pribadi yang “gagal” , jadi hanya belum menemukan metode untuk “berhasil” itu aja , butuh jam terbang dan pengamatan serta mencoba strategi baru
  • “Anda” itu juga “orang penting” jangan kuatir diremehkan orang lain, karena mereka juga tidak ada waktu meneliti kesalahan anda karena mereka sama “persis” dengan anda sama sama manusia yang tidak luput dari masalah , walaupun berbeda masalahnya (setiap orang membawa ransel “masalah” dipunggungnya )
  • Instropeksi , perbaiki diri dan mendekat kepada Nya serta mohon petunjukNya
  • Denger musik pembangkit semangat , kalo saya paling seneng lagu “peterpan” yang berjudul “mimpi yang sempurna” dan beberapa lagu patriotik , penggerak jiwa , penyebar semangat dan pengusir “kesedihan”
  • Bersabar , menahan emosi / amarah / buruk sangka sambil menghibur diri bahwa “Misalkan dikantong saya ada duit 1 juta , apakah saya masih marah dengan perkataan orang2 ? ” , ternyata tidak kan ? , jadi ga punya duit aja yang bikin sumbu pendek , nyante aja ini kan sementara , proses yang harus dilewati ,  pasti akan ada masanya kita tinggalkan , jadi ga usah buat kesalahan bertumpuk2 dengan orang lain , dan patahkan pola “kalo ga ada duit selalu emosi / pemarah ” ubah menjadi pola yang lebih positif , misal ” kalo ga ada duit , menyapu masjid   ” menjadi lebih baik dan bermanfaat ,  tapi jangan terlalu kentara ya , kadang2 ada seseorang yang tipenya kalo punya duit , belanja terus sampai “gak punya duit ” , sampai tetangga bisa menyimpulkan , “kalo nggak ke mall pasti nyapu masjid” , hehehe

Ok teman teman , tips ala saya , hehehe , semoga sukses dan selamat di dunia dan di Akhirat