Pecah telor pertama , menjual tanah ada bangunan tua di wilayah Krembung

Kalo ingat ini , masih terasa kebahagiaan saat itu , bayangkan mulai januari 2011 sampai April 2012 saat pecah telor menjual property yang pertama kali , pecahtelorberapa lama zonk , penderitaan , investasi waktu , biaya , tenaga dan pikiran yang sudah menumpuk , keluarga di rumah menunggu buah dari ketekunan saya , sebenarnya pada tahun 2010 saya sdh mempunyai pekerjaan tetap sebagai guru les privat di Sidoarjo untuk siswa SMP / SMA dan masuk PTN negeri mapel Matematika , Fisika dan Kimia .  Saya tau pekerjaan saya ini tidak bisa menjamin kehidupan saya dan keluarga di depan , karena impian yang sedemikian besar tidak akan mampu diperoleh dengan pekerjaan ini (menurut logika saya yah ) , bahkan secara matematika , sampai mati pun tidak akan menemui atau merasakan impian saya terwujud , karena salah “alatnya” yaitu “pekerjaan” saya , darisana saya sering mendengar percakapan para “mediator” yang kedengarannya “hebat2” hasil “jutaan” , hehehe , membuat saya “terkiwir-kiwir” sampai saya bulatkan tekad  , “mungkin ini jalanku ” , dan saya melakukannya disela sela kesibukan memberi les privat , ” karena berdiri di dua perahu ” , saya sering mengalami kebingungan akut, disatu sisi saya butuh penghasilan tetap dari les privat , disisi yang lain saya harus “belajar” dan mau meluangkan waktu untuk “melakukan bisnis property saya ” ,  akhirnya “teguran dari Ortu murid les ” datang , setelah saya pikir2 , saya diskusi dengan “si mama” (istri saya, hehe), dia menyuruh saya membakar kapal dibelakang saya (alasan2 dan ketakutan saya) , kami sepakat pada awal 2011 , saya akan melepaskan pekerjaan saya sebagai guru les , dengan resiko tanpa penghasilan pasti , saya berusaha perlahan – lahan menuju impian saya dengan alat yang baru dan 100% fokus disana , yaitu berusaha menjual property .  Lebih mudah ngomong dari pada melakukan , bisnis property dilapangan itu sangat keras , bertemu bermacam2 karakter manusia ,  apalagi kebanyakan  mediator2 yang sudah tua2 (tukang ngremehin yang muda , pemalas , suka memimpin tapi gak tau bagaimana cara memimpin  yg penting komisi dapat paling banyak , tukang tipu, hehehe), kebanyakan  yang muda2 (banyak tukang tipunya) , ada yang otaknya berisi ada yang otaknya kosong  , berinteraksi dengan “mereka” mula2 saya berprilaku halus (cie ..cie) sering merasa terdzolimi , mereka hanya memikirkan keuntungan sendiri saja , capek deh ??, tapi akhirnya saya juga menemukan sedikit mediator yang pekerja keras , bertanggung jawab dan bisa menghargai waktu (itu yang paling penting) , mereka menjadi partner saya sampai sekarang, ok kembali ke laptop.
Proses pecah telor pertama saya ,  diwarnai kejadian dramatis ,  mulai 2011 , setiap hari saya memanjatkan doa agar di ijinkan mendapatkan “Gol” pertama saya  ,  saya saat itu berada diujung keputusasaan saya , saya merasa , saya tidak berbakat dan tidak cocok bidangnya , saya penginnya berhenti saja , saya sudah tidak sanggup bertahan lagi , sudah kering airmata , sudah tebal bibir berdoa ,  tanda2 terkabulnya doa saya tidak nampak , setiap akan “transaksi” saya sudah membawa berita “baik” tersebut kerumah , tapi besoknya selalu ada kabar buruk “kegagalan transaksi” , sampai “si mama” terlalu bosan dengan kabar “baik” fatamorgana dari saya , sampai malu saya kepada dia ,  saat saya sedih , saya ingat kedua anak saya sering menyanyikan lagu dmassive untuk saya “Jangan Menyerah” , setelah berkeluh kesah kepada “simama” saya mendapatkan saran profesional darinya , katanya “menjual property sebenarnya sama dengan menjual yang lain , pasti ada rumusannya , temukan cara yang gagal dan cara yang berhasil sampai ketemu formulanya sehingga bisa 99%transaksi , bukan banyak usaha saja yang penting tapi kesempurnaan proses dalam usaha lah yang bisa menghasilkan sukses “ saran terbaik dari “konsultan bisnis” saya “simama”, hehe ,  setelahnya saya buat catatan dan analisis  faktor2 kegagalan saya ,  akhirnya saya membulatkan tekad menemukan cara yang “benar” untuk menjual property , syarat yang harus “ada” harus terpenuhi di “depan” , dansaya bertekad harus “berhasil” bukan hanya untuk “saya” , untuk “istri dan anak2 saya” serta seluruh keluarga besar saya , dengan keberhasilan saya , saya akan mampu berbuat banyak untuk membantu sesama .
Saat itu bulan maret 2012 , teman mediator saya “Pak J” dan “Pak K” , menawari saya tanah di krembung luas sekitar 1046m2 dengan lebar 15m ada rumah tua ,  mereka langsung ketemu dengan pemilik dan mendapat amanah dari pemilik untuk menjualkan tanah nya , akhirnya setelah saya surve , oleh  teman2,  saya ditemukan pemilik ( josssh) , akhirnya harganya sdh disepakati beliau minta 400juta , mulailah hari2 saya isi dengan sounding tanah tersebut ke list pembeli saya .
Entah mengapa saat malam saya tidak bisa tidur, saya berpikir , apa ya yang harus saya lakukan agar Allah SWT mengijabahi permohonan saya untuk pecah telor Gol pertama saya , terserah kepada Allah SWT property yang mana saja yang saya tawarkan , akhirnya saya mengambil secarik kertas ,  Saya menulis Surat Perjanjian dengan Allah SWT , yang intinya bila Allah SWT memberikan “Gol pertama” pada saya , berapapun komisi saya akan saya shodaqohkan 50%  ,  saya bubuhi ttd saya , surat itu saya simpan , dan sebelum tidur saya baca dulu .
perkiraan 1 minggu setelah sounding ada seorang pembeli menelepon namanya ibu W (chinese) pemilik percetakan di sukodono , menurut ceritanya beliau gagal membeli tanah karena dokumennya bermasalah dan ditolak bank padahal Bank siap membiayai via KPR    ,  akhirnya saya bersama ibu W surve lokasi , ibu W ini bisniswoman tulen bro , anak buahnya diturunkan untuk cek harga pasar ,  dan dia juga membayar appraisal independen untuk menilai property ,  mula2 saya tdk tau , tapi tetangga dilokasi yang cerita ,  akhirnya ibu W menawar 300 juta, saya sampaikan ke pemilik , pemilik mau turun 375jt ,  saat ini teman2 mediator sdh saya suruh untuk menego ke pemilik karena harga belum ketemu , sampai 3 hari , saya sudah ga bisa tidur ,  ini adalah pengalaman pertama saya semua unsur sudah terpenuhi dan ada ditangan saya , ketemu pemilik , ketemu pembeli , menego langsung ke pemilik dan pembeli , teman mediator saya suruh berusaha agar pemilik mau turun lagi harganya.
Akhirnya saya main ke kantor pembeli , kebetulan ada orang bank juga ,  akhirnya setelah berunding bertiga , ketemu keputusan mentok “325juta” jika tidak dilepas , pembeli sudah ga minat mau nyari lain aja .  Tugas ke pembeli sudah “final”, hari berikutnya saya bersama teman2 ke rumah penjual , disana sempat jalan buntu , tapi saya lihat ada celah , bahwa penjual keberatan jika mengeluarkan komisi 2.5% bila laku 325jt , selain itu saya jg kemukakan bahwa kadang2 kesempatan itu tdk datang dua kali , kalo yang ini ditolak , bisa saja laku 2 tahun lagi dan harga lebih murah ( ini sering terjadi lho ya ), dia minta waktu ke saya , malam nanti akan dikabari katanya .

Kira2 jam 7 malam , penjual ngebel ke saya , dia mau melepas 325jt asalkan komisi untuk mediator bisa dinego , akhirnya tugas saya cuma nego komisi yang akan dia beri , sdh diel , akhirnya saya sampaikan ke pembeli bahwa penjual sdh “diel”  , “cuma penjual mengurangi komisi ke kami bu, karena harganya mepet” , kata bu W , gpp pak , saya juga bantu keluarkan komisi untuk bapak dan teman2 mediator , akhirnya nego komisi dengan pembeli , “DIEL” juga .
2 hari kemudian “Transaksi” di notaris di perumahan “taman pinang indah” , teman mediator ga berani nunggu bersama saya , mereka memantau dari jauh aja katanya , dan siap ditelepon jika “cair” , gpp , saya juga merasa senang mereka  percaya kepada saya dengan mempertemukan saya ke penjual langsung , menego langsung dan mereka memahami kemampuan mereka untuk hal tsb sangatlah kurang, akhirnya transaksi selesai , kami semua ke bank di sepanjang sidoarjo  tempat pembeli mengajukan KPR , uang ditransfer ke rekening penjual , saya diberi pembeli komisi kami , kamipun berpisah dan saya ikuti penjual ke  Bank untuk mengambil fee kami , sudah , kami berpisah semua dan saya call teman2 lgsg saya bagi 3 komisinya , hehehe. Seperti Pahlawan saya pulang kerumah, memberikan komisi pertama , oleh “simama” lgsg dibagi dua , satu buat kami dan satunya buah shodaqoh , mungkin hal itulah yang membuat bulan berikutnya Gol berlipat2 , Alhamdulillah  (ingat kadang2 terjadi shodaqoh uang diganti uang tapi tidak selalu , suka suka Allah SWT , Dia yang Maha Berkehendak  )
Semoga bermanfaat bagi teman2
#orang yang ingin melihat “pelangi”harus mampu menahankan “hujan”