Untunglah hidup itu tidak seperti dalam game ciptaan manusia

Saya baru download game “Money Race” tentang mengatur cashflow ,  hampir mirip dengan permainan “cashflow” dari robert kiyosaki , dalam moneyracebentuk yang lebih sederhana , untuk melatih kecerdasan finansial saya , mula2 dipilihkan sebuah profesi , dengan gaji dan pengeluaran2nya utk pajak , belanja sehingga ada gaji bersih yang bisa dibawa ke rumah utk saving (tabungan) , diberikan random kondisi / peluang seperti dipecat dari pekerjaan atau diberi promosi dan kenaikan gaji , ada kesempatan pembelian properti / saham , amal2 , penambahan anak sehingga menambah pengeluaran yang lgsg dipotongkan ke gaji ,  target permainan adalah kita bebas secara finansial , yaitu saat hasil  investasi kita mampu membackup seluruh pengeluaran bulanan kita ,  mula2 sangat sulit utk bebas finansial , karena saya harus belajar dulu instrumen investasinya , setelah beberapa kali bangkrut karena miss managemen dan salah mengenali instrumen investasi serta kebiasaan di kehidupan nyata terbawa di permainan simulasi game itu , sehingga berkutat saja dan sulit bebas finansial , setelah tahu intinya , saya bisa tau mana peluang yang harus saya tangkap ataupun tidak , walaupun kondisi keuangan mencukupi ,  dan bersabar menabung dulu menunggu sampai ada peluang yang lewat dan jumlahnya sesuai dengan 50% tabungan kita .
Ada poin2 penting yang saya dapat , yaitu :

  1. Pemasukan uang bulanan itu penting untuk membackup segala pengeluaran
  2. Uang cash itu penting dalam jumlah yang memadai untuk mengcover keadaan darurat agar tidak macet segala aktivitas usaha ataupun rumah tangga
  3. Bersabar menabung sambil menunggu peluang yang bagus yang sesuai dengan kondisi keuangan , dan investasikan setengahnya saja karena sisanya untuk ketahanan ekonomi kita , jangan dihabiskan untuk investasi karena tidak semua instrumen investasi liquid atau bisa dijual / dicair kan mendadak / dalam waktu cepat

Ada saat sulit yaitu baru bermain giliran ke 2 , keluar kondisi perampingan pegawai / dipecat , padahal uang cash cuma 2000$ dan pengeluaran tiap bulan -1500$ , jadi giliran ke 5 sdh dinyatakan bangkrut dan game over.
Nah , bagian ini dalam kehidupan nyata yang tdk bisa disimulasikan oleh Game tersebut , dimana saat sulit ada Kebesaran Nya , kadang2 : ada teman atau saudara yang membantu / dapat rejeki mendadak dll
kadang2 malah kesulitan itu yang membuat seseorang jauh lebih sukses dibandingkan saat kehidupannya biasa saja belum diterpa badai kehidupan.
Alhamdullillah

Memahami takdir agar terus berusaha dan tidak mudah putus asa menurut cara pandang saya

Ini merupakan kisah nyata saya saat menjual property , saat itu property A adalah property yang takdirmemenuhi kriteria “Hot Deal (dibawah pasar)” , promosi via offline dan online saya tebar , lebih dari 8 calon buyer saya antar surve lokasi , saat itu ada sekitar 3 property lainnya dalam listing saya yang bukan menjadi “fokus” saya karena harganya jg sedikit diatas “pasar” , setelah hampir 2 bulan belum laku , saya sempat berpikir “kondisi ekonomi yang sulit” atau “harganya masih kemahalan” jadi pikiran saat itu me”mentahkan” analisis saya sebelumnya “jadi gak Pede” , akhirnya saya ambil keputusan untuk fokus promosi gencar ke seluruh listing, yaitu 4 property saya itu, ternyata salah satu diantara yg ke 3 , yaitu property B ,  mulai ada yg ngebel , surve dan cocok dalam waktu 2 minggu , transaksi , bulan depannya baru property A , “laku” , setelah saya pikir2 , mungkin dilauh mahfuz tertulis bhawa property A dan B itu berjodoh dan laku ditangan saya , dan urutannya adalah “B” dulu baru kemudian “A” , padahal dengan ketidaktahuan saya , dengan mengandalkan “logika” saya , seharusnya Property “A” yang “hot diel” seharusnya laku dulu , dan yang jadi bahan doa saya juga prioritasnya adalah “A” laku , jadi dari sana saya mendapatkan pemahaman baru , bahwa “doa” akan terjadi bila “sesuai/jodoh” dengan catatan takdir kita di “lauh mahfuz” , bila belum dijawab , mungkin bukan itu yang diberikan (diganti/ terima yang lain dulu sesuai urutan) karena tidak “sesuai” , bisa juga tidak diberi karena bukan “jodoh” kita , jadi keep fighting dan jangan lupa ber”investasilah” untuk masa tua “bahagia” dan “sejahtera”