Anak ibarat pohon kecil yang baru tumbuh

pohon-kecilSaat ada pertemuan wali santri di Pondok pesantren anak laki – laki saya  , di Pondok Bilingual “Al Amanah” Junwangi Krian Sidoarjo , yang diselenggarakan pada Hari Minggu , tanggalnya sudah lupa , tentang “sosialisasi  kegiatan santri ” , ada satu hal yang menarik menurut saya , saat pengasuh pondok Bpk. KH. Nurcholis Misbach memberikan sambutan , ini yang saya tangkap ya ?, anak ibarat pohon kecil yang baru tumbuh , perlu dipupuk, disiangi , dicarikan tanah yang bagus dan dilindungi bila ada gangguan ,  sampai saatnya tumbuh , akar menguat , batang mengembang , daun semakin banyak , sehingga setelah benar2 kuat , membesar akan mampu mengayomi siapa saja yang berteduh di bawahnya , betapa banyak orang tua yang memilihkan tanah sembarangan , akar belum kuat sudah mau dipetik daun / batang nya ,  sehingga pohon kecil itu tidak bisa tumbuh sempurna , karena terlalu diberi beban yang berat dari penanamnya dan juga tidak dijaga dengan benar sehingga setiap gangguan membuat proses pertumbuhan terhambat ”
Beliau memotivasi kepada para Wali , agar mau berusaha memberikan yang terbaik kepada Santri / anaknya ,  tidak merepoti anaknya dengan segala urusan baik biaya / masalah rumah tangga  ,  bener2 tantangan bagi para orang tua , dimana pada saat ini , sdh bukan hal rahasia lagi , bahwa sebagian manusia selalu bergantung pada manusia lain , menurunkan standar hidup ,  anak yang belum cukup umur kadang sdh ikut berpikir masalah orang tua , ekonomi macet , seret dll , dan 1001 masalah yang senantiasa menghantam orang tua ,  membuat mereka “mati rasa” atas tanggung jawab kepada anak – anak mereka serta tidak mempunyai “waktu” walau sejenakpun untuk “berpikir” , bagaimana memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak – anak mereka , Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kaum muslimin / muslimat yaitu Kuat Agamanya, Kuat Ilmunya dan Kuat Ekonominya , amien ya Robb